Ini Alasan Oknum Kaban BPBD Tewas Gantung Diri, Kapolres Minsel Pimpin TPTKP

Foto: Korban Ruddy (Kaban BPBD Minsel, semasa hidup dikenal dekat dengan warga dan stafnya.

MINSEL, KLIKJO–Oknum Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa Selatan (Minsel), berinisial RFT alias Rudi (54) warga Desa Paniki Baru, Kecamatan Talawaan, terindikasi tewas lantaran gantung diri.Alasan korban yang sekaligus tersangka dalam kasus ini diduga tewas gantung diri lantaran rasa kecewa dan sakit hati.

Namun polisi masih melakukan penyelidikan apa kekecewaan dan sakit hati yang dirasa korban yang merupakan pejabat eselon II lingkup Pemkab Minsel itu hingga nekat mengakhiri hidupnya.
Pihak kepolisian sudah melakukan penyelidikan awal dan meminta keterangan terhadap sejumlah saksi. Bahkan akan mendalami dan kemungkinan akan memintai keterangan terhadap saksi lain termasuk yang sempat bersua dengan korban sebelum mengakhiri hidupnya.
Sementara itu sejumlah warga disekitar tempat tinggalnya, kepada wartawan mengaku dekat dengan korban. Korban sendiri dikenal suka bergaul. Sementara dilingkup dia (Korban) bekarja dikenal disiplin dan dekat dengan stafnya baik di saat menjabat Plt Kadis PU Minsel dan Kaban BPBD Minsel. ” Pak Ruddy sangat baik dan disiplin dalam tugas, bahkan dengan kami anak buanya, sangat dekat” ujar  salah satu staf di Dinas PU Minsel yang meminta namanya jangan ditulis. Bahkan dengan wartawanpun sangat dekat dengan korban.
Sebelumnya,  korban ditemukan tewas tergantung di pintu kamar bagian depan rumah keluarga Tumiwa Rompas, Desa Tumpaan, Jaga II, Kecamatan Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan, pada Selasa (16/03/2021). Diduga korban beraksi sesaat pulang dinas atau menjelang malam. 


Kapolres Minsel AKBP S. Norman Sitindaon, SIK, memimpin langsung pelaksanaan Tindakan Pertama  Tempat Kejadian Perkara. (TPTKP).Puluhan personel gabungan Polres Minsel dari unsur Satuan Intelijen, Unit Identifikasi Satuan Reskrim, Sabhara dan Lalulintas, juga dilibatkan dan mendatangi TKP.

“Ditemukan dalam posisi gantung diri menggunakan seutas tali nilon yang diikat di kayu kusen palang pintu kamar, rumah Keluarga Tumiwa Rompas, di Desa Tumpaan, pada Selasa, 16 Maret 2021, pkl. 17.30 wita,” terang Kapolres Minsel AKBP S. Norman Sitindaon, SIK,
Korban ditemukan pertama kali oleh saksi  Feronika Palit (40). Menurutnya korban diketahui  tewas saat saksi bermaksud memanggil korban untuk makan. Namun Feronika kaget saat masuk ke dalam rumah, menemukan korban sudah meninggal dunia dengan posisi tergantung tali di kayu kusen palang pintu kamar. Saksi selanjutnya memberitahukan hal itu kepada warga selanjutnya dilapor ke pihak kepolisian.

Sementara Proses olah TKP dilakukan  personel gabungan Satuan dan Fungsi Polres Minsel serta Polsek Tumpaan. Setelah itu, Jenazah korban dievakuasi ke RS Kalooran Amurang.
“Dugaan sementara korban meninggal karena gantung diri. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Dan akan berkoordinasi dengan pihak medis dan juga keluarga korban,” tegas  Kapolres.(wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.