MANADO,KLIKJO.ID-Banyak lokasi parkir di Kota Manado belum digarap instansi terkait. Sejauh ini pundi-pundi pendapatannya tak masuk ke kas daerah dan justru masuk kantong pihak luar.
Hal ini diungkap langsung Wakil Wali Kota, dr. Richard H Sualang.
“Masih banyak pendapatan daerah yang masuk ke pihak-pihak luar, karena tidak disetorkan ke kas daerah. Padahal itu adalah satu sumber PAD,” terangnya, Jumat(6/8/2021).
Pemkot Manado, kata dia, sudah memikirkan langkah untuk membuat agar pendapatan dari parkir itu bisa masuk ke kas daerah dalam bentuk PAD yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Seperti apa langkah yang akan diambil? Pemkot Manado akan menerapkan transformasi digitalisai yakni parkir digital.
“Jadi, rencana ke depan kita akan menerapkan parkir digital di jalan-jalan yang merupakan kewenangan pemerintah. Ini perlu dan penting dilakukan untuk mendorong peningkatan PAD dari sektor retribusi parkir yang selama ini tidak sampai ke kas daerah,” ucapnya.

Lanjut Sualang, parkir digital ini, dinas perhubungan akan bekerja sama dengan pihak ketiga untuk mengelola lokasi perparkiran, seperti di antaranya Jalan Sisingamangaraja dan sekitar Taman Kesatuan Bangsa.
Dia sudah meminta dinas perhubungan menindaklanjuti hal tersebut, termasuk kerja sama dengan pihak ketiga untuk mengetahui hal-hal apa saja yang diperlukan. “Nah, tugas dinas perhubungan yakni menentukan lokasi-lokasi strategis yang akan menjadi tempat untuk parkir digital, selanjutnya seperti apa model kerja sama dengan pihak ketiga yang akan dilakukan,” tandas Sualang.
“Dua pekan waktu yang diberikan kepada dinas perhubungan untuk menyelesaikannya. Kita tunggu laporannya. Kalau tidak ada masalah baru diterapkan,” kuncinya.(jkr)

Tinggalkan Balasan