Sentani, KLIKJO.ID–Perbedaan adat istiadat atau  budaya , serta agama dari peserta Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI 202 di Jayapura, Papua justru menjadi pengikat bagi sesama peserta yang datang dari 32 Provinsi di Nusantara.

Sejumlah peserta mengaku nyaman berada di lingkungan adat Sentani dirasakan. Tak terkecuali perempuan adat asal Kalimantan Barat (Kalbar) Angela Kasian, dari Suku Tamambalo, Desa  Ulakpao, Kecamatan Mabalo Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, dan Vianney Ping, dari Desa Kayaam Mendalemy yang menjadi utusan masyarakat adat ikut KMAN VI di wilayah adat Tabi-Papua.

“Kami tinggal di kampung Yakonde,  tepi danau Sentani. Di sana, kami tinggal dengan kepala suku. Orang-orang disekitar sangat ramah. Kami cukup mendapat pelayanan yang baik. Sulit kami gambarkan kebaikan mereka. Kami hanya mengucapkan trima kasih,” ujar keduanya ditemui wartawan pada  Sabtu (29/10/2022).

Keduanya menyatakan kerinduan  suatu saat bisa kembali lagi ke Papua. “Sungguh satu pertemuan yang sulit untuk saya lupakan,” ujarnya.(Arifin)

Sumber: MC KMANVI Kab. Jayapura