Foto : Jagung yang ditanam warga di proyek jempatan Tumpahan yang tak kunjung selesai.
MINSEL, Klikjo.id–Proyek jembatan Sosongian, Desa Tumpaan Dua Kecamatan Tumpaan, jalur Trans Sulawesi, kawasan SPBU yang dikerjakan sejak tahun 2022 lalu dicurigai tak beres. Pasalnya hingga Bulan Mei 2023 proyek tersebut tak kunjung selesai.
Molornya pekerjaan proyek ini menjadi buah bibir dan mendapat sorotan dari sejumlah elemen masyarakat Minsel dan Sulawesi Utara umumnya. Bahkan baru-baru ini sejumlah warga memilih menanam jagung dan pohon pisang di proyek jembatan tersebut.
Selain waktu dan spesifikasi pekerjaannya mencurigakan, papan proyek sudah raib, dan juga rawan kecelakaan lalu lintas, dimana sejumlah kendaraan yang melintas terperosok.
Proyek berbandrol milyaran rupiah ini menjadi sorotan dan viral di media sosial. Frangky Mamengko dalam akun facebooknya menulis “Jembatan ini sudah terlalu lama dan matrial timbunan tanah untuk jalan diduga tidak memenuhi spek. Seharusnya tanah timbunan jalan harus tanah pilihan dan di uji lab.
Sementara Hao jian menulis : Bru 1 truck besar tu hari tanang situ,, ndak becus kerja cuma berharap oto mo tindis tu tanah,, diduga ciri-ciri banyak korupsi ini. ayo KPK periksa.
Ada juga netizen yang melakukan pembelaan, Brandon Greven Tengor menylis Masih katu kwa ja tambun, kalo smo langsung aspal, pasti kwalitas ndak maksimal!! mar kebanyakan manusia suka yang instan2 tampa iko proses!!.
Lain halnya ditulis Demsi Lontokan, dan diteruskan Everhard Kadou Kapoh:
“Cuma di Tumpaan tanang pisang, ubi deng milu di tengah jalan. Mari jo ka Tumpaan jembatan aneh so bekeng saki kapala deng beking saki dada lantaran kabur (debu).
Pihak perusahaan yang berusaha ditemui di lokasi pekerjaan enggan memberikan komentar. “Torang hanya pekerja, coba langsung hubungi bos,” ujar salah satu pekerja yang meminta namanya jangan ditulis.
Pemkab Minsel Mediasi Warga, Kontraktor dan Balai Jalan
Sementara itu Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), melalui Camat Tumpaan Terry J. Lolowang, SE menfasilitasi pertemuan untuk mediasi antara masyarakat dengan pihak Balai Jalan dan kontraktor perihal permasalahan dampak yang dirasakan masyarakat sekitar dari pembangunan Jembatan Sosongian dan penyelesaian pekerjaan jembatan Sosongian.
Pemerintah Kecamatan tumpaan menyampaikan keluhan masyarakat terkait dampak yang dirasakan warga terhadap pekerjaan proyek yang sumber dana dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN) atau pemerintah pusat.
Hadir Hukum Tua Desa Tumpaan Dua, Polres Minahasa Selatan, Kepala Balai Jalan Nasional Manado, Perwakilan dari pihak kontraktor dan Masyarakat terdampak.
Hasil kesepakatan bahwa pihak kontraktor akan memberikan kontribusi kepada masyarakat sekitar proyek pembangunan jembatan berupa masker dan plastik pengaman untuk tempat usaha, juga penyiraman jalan agar tidak berdebu tetap dilakukan dan penyelesaian pekerjaan dijanjikan secepatnya akan diselesaikan.(Tim)
