Site icon www.klikjo.id

Bangun Sekolah Rakyat, Gubernur Sulut Serahkan 10 Hektare Lahan

Foto  : Gubernur Sulut Yulius Selvanus menyerahkan lahan strategis seluas 10 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat.(Ist)

MINAHASA, Klikjo.id –Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menyerahkan lahan strategis seluas 10 hektare di Desa Tampusu, Kabupaten Minahasa untuk pembangunan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA), bagian dari program nasional Sekolah Rakyat yang berbasis asrama dan menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Penyerahan lahan tersebut diformalkan melalui penandatanganan Berita Acara Serah Terima antara Pemprov Sulut dan Kementerian Sosial RI di Jakarta, pekan lalu. Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, menyebut langkah ini sebagai bentuk konkret dukungan daerah terhadap Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang penghapusan kemiskinan ekstrem.

“Ini bukan hanya soal pendidikan, tapi tentang membangun masa depan dari akar rumput,” tegas Gubernur Yulius dalam Rapat Koordinasi APBD 2025.

Lahan yang disediakan Pemprov Sulut bahkan melebihi standar minimal 7 hektare, menandakan komitmen lebih untuk pengembangan fasilitas pendidikan, pelatihan keterampilan, serta program pemberdayaan masyarakat.

Selain di Tampusu, Sentra Tumou Tou di Manado juga disiapkan sebagai lokasi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP). Kehadiran dua sekolah ini merupakan bagian dari target nasional pembangunan 200 Sekolah Rakyat pada 2025, dengan tahap awal sebanyak 100 unit tersebar di 48 kabupaten/kota, termasuk Minahasa dan Manado.

Program Sekolah Rakyat merupakan gagasan strategis Presiden Prabowo yang menggabungkan pendidikan akademik dengan pembentukan karakter, keterampilan hidup, dan penguatan kepercayaan diri siswa melalui sistem pendidikan berbasis asrama.

Di Sulut, sasaran utamanya adalah anak-anak dari keluarga dalam Desil Terendah Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Model ini dijalankan secara kolaboratif: Kementerian PUPR bertugas menyiapkan infrastruktur, Kementerian Sosial menjalankan program pendampingan dan kesejahteraan, serta Kementerian Pendidikan mengembangkan kurikulum hybrid.

“Ini tim kesebelasan Pak Presiden,” kata Sekjen Kemensos Robben Rico, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas kementerian.

Pemerintah pusat memilih Sulut sebagai lokasi percontohan karena tingginya angka putus sekolah tingkat menengah dan besarnya potensi dampak sosial di wilayah kantong kemiskinan.

Gubernur Yulius menegaskan, kompleks SRMA di Tampusu dan SRMP di Paal IV akan menjadi pusat perubahan sosial—tidak hanya untuk siswa, tetapi juga sebagai pusat pelatihan bagi orang tua dan masyarakat sekitar.

Dengan langkah ini, Sulut bukan sekadar menjalankan mandat pusat, melainkan menjadi pelopor sinergi pusat-daerah dalam pengentasan kemiskinan..(PRI/**)

Exit mobile version