Site icon www.klikjo.id

Yayasan Pelita Prabuh Berjaya Indonesia Salurkan  MBG

Penyaluran : Anggota MRP Pokja Agama sekaligus Ketua PURT, Benny Sweny (tengah), didampingi Kepala YPPBI Indonesia Timur Herman Ketjeway, Kepala SMPN 2 Nimboran Abrian Martono, S.Pd., serta Ketua dan Sekretaris YPPBI Kabupaten Jayapura, saat melaunching Program MBGdi SMPN 2 Nimboran, Kampung Karya Bumi, Distrik Namblong, Kabupaten Jayapura, Senin (11/8/2025).(Foto: ARS)

JAYAPURA, Klikjo.id –Program Makan Bergizi Gratis (MBG), juga program unggulan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia untuk meningkatkan gizi anak sekolah di seluruh Indonesia, resmi bergulir di Kabupaten Jayapura.  Program ini telah menjangkau kampung-kampung yang jauh dari pusat perkotaan.

Launching penyaluran MBG di Kabupaten Jayapura dilaksanakan di SMPN 2 Nimboran, Kampung Karya Bumi, Distrik Namblong, Senin (11/8/2025). Kegiatan ini dihadiri Anggota MRP Pokja Agama sekaligus Ketua PURT, Benny Sweny; Kepala YPPBI Indonesia Timur, Herman Ketjeway; Kepala SMPN 2 Nimboran, Abrian Martono, S.Pd.; serta pengurus YPPBI Kabupaten Jayapura.

Dalam sambutannya, Benny Sweny mengapresiasi kerja keras Yayasan Pelita Prabuh Berjaya Indonesia (YPPBI) yang telah menyalurkan MBG hingga ke wilayah terpencil. “Ini momentum berharga bagi anak-anak kita sebagai generasi penerus. Gizi yang baik akan membentuk pertumbuhan fisik, psikomotorik, dan kecerdasan anak,” ujarnya.

Benny menegaskan, program MBG ini diharapkan berdampak signifikan bagi masyarakat Orang Asli Papua (OAP), terutama dalam penanganan stunting di Kabupaten Jayapura. Ia juga mendorong YPPBI memberdayakan masyarakat lokal dalam pelaksanaan program tersebut.

Ketua YPPBI Kabupaten Jayapura, Yanche Wenggi, menjelaskan bahwa pihaknya telah memulai distribusi MBG di tiga distrik, yakni Namblong, Nimboran, dan Kemtuk Gresi, dengan target 3.500 anak penerima manfaat. “Untuk tahap awal, penyaluran dilakukan di SMPN 2 Nimboran kepada 169 siswa. Teknis pembagian kami sesuaikan dengan kondisi sekolah, misalnya dibagikan saat jam pulang sekolah,” jelasnya.

Yanche menambahkan, dapur MBG mereka telah dinyatakan layak oleh Badan Gizi Nasional. “Kami memiliki 47 karyawan, 80 persen di antaranya OAP. Selain itu, kami menangani 8 SD, 2 SMP, 2 SMA, dan 9 PAUD di tiga distrik tersebut,” ujarnya.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Jayapura, Yulianti Beno, mengungkapkan pihaknya telah melakukan survei kelayakan sebelum dapur MBG dioperasikan. “Awalnya ada beberapa kekurangan, tapi setelah diperbaiki dan kami cek kembali, semua sudah memenuhi standar untuk penyaluran MBG,” terangnya.(ARS)

Exit mobile version