Site icon www.klikjo.id

Pesan Hoaks Picu Tawuran, 41 Pelajar Diamankan Polisi

Diamankan:  Kapolres Jayapura AKBP Umar Nasatekay bersama jajarannya saat mengamankan puluhan pelajar yang terlibat tawuran. Para pelajar diamankan di Polsek Sentani Kota, Jumat (24/10/2025).(Foto : ARS)

SENTANI, Klikjo.id — Diduga dipicu  pesan hoaks di grup WhatsApp, sejumlah oknum siswa  SMA Negeri 1 Sentani dan SMK Negeri 1 Sentani,  terlibat perkelahian alias tawuran. Aksi tak terpuji ini berlangsung sejak Selasa (21/10/2025). Akhirnya pihak kepolisian mengamankan 41 pelajar dari dua sekolah yang terlibat tawuran.

Kapolres Jayapura AKBP Umar Nasatekay, S.I.K. menjelaskan, sebanyak 34 pelajar SMK dan tujuh  pelajar SMA diamankan di halaman Polsek Sentani Kota. Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan berbagai senjata tajam seperti parang sepanjang satu meter, pisau kecil, serta ketapel lengkap dengan batu dan kelereng.

“Kami langsung amankan barang bukti tersebut untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Kapolres Umar, Jumat (24/10).

Sebagai langkah pembinaan, para pelajar diberi hukuman disiplin berupa jalan jongkok, push-up, hormat bendera, dan latihan baris-berbaris. Mereka juga menerima pembinaan langsung dari Kapolres dan Wakil Bupati Jayapura.

Kapolres Umar Nasatekay meminta para orang tua untuk lebih ketat mengawasi anak-anak mereka dan datang ke Polsek Sentani Kota untuk menandatangani surat pernyataan bermeterai.

“Jika hal ini terulang lagi, kami akan tindak tegas. Orang tua wajib bertanggung jawab atas perilaku anak-anaknya,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Sentani Kota AKP Sunardi menyebut tawuran tersebut terjadi selama tiga hari berturut-turut akibat provokasi dari informasi palsu yang tersebar di media sosial.

“Informasi hoaks antar sekolah memicu kemarahan pelajar hingga berujung aksi saling serang,” jelasnya.

Untuk mencegah kejadian serupa, pihak kepolisian telah membatasi aktivitas pelajar di luar sekolah. Mereka yang ditemukan berkeliaran akan langsung diamankan. Polisi juga memanggil guru dan orang tua guna memberikan pembinaan dan sanksi kepada siswa yang terlibat.

Kabag Ops Polres Jayapura, AKP Suheriyono, menambahkan bahwa peristiwa tawuran antarpelajar seperti ini bukan yang pertama kali terjadi.

“Kami mengimbau seluruh sekolah agar bekerja sama dengan orang tua dalam mengawasi anak-anak. Pemerintah daerah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat juga harus berperan aktif menjaga generasi muda dari hal-hal negatif seperti ini,” tuturnya.(ARS)

Exit mobile version