Bupati Janji Perbaiki 2026
Kunker : Wakil Ketua II DPRK Jayapura, Petrus Hamokwarong, saat meninjau kondisi Asrama Putra dan Putri Mahasiswa Kabupaten Jayapura di Manokwari dan Manado.(Foto: Ist)
SENTANI, Klikjo.id –Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Jayapura, Petrus Hamokwarong, melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke dua asrama mahasiswa asal Kabupaten Jayapura yang berada di luar daerah, masing-masing di Manokwari (Papua Barat) dan Manado (Sulawesi Utara).
Dua asrama tersebut merupakan aset Pemerintah Kabupaten Jayapura di sektor pendidikan yang menampung mahasiswa asal Kabupaten Jayapura selama menempuh studi.
Petrus mengaku prihatin melihat kondisi bangunan dan fasilitas di kedua asrama tersebut.
“Sebagai anak Jayapura, saya merasa prihatin. Bangunan dan fasilitas asrama di Manokwari maupun Manado sudah banyak yang rusak dan tidak terawat,” ujarnya kepada wartawan, Senin (3/11/2025).
Politikus Partai Demokrat ini menambahkan, kondisi itu menjadi perhatian penting mengingat pendidikan menjadi prioritas utama Pemkab Jayapura pada tahun 2026, sebagaimana diarahkan Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, SH., MH.
“Asrama-asrama itu dibangun sekitar 10–12 tahun lalu pada masa kepemimpinan almarhum Bupati Habel Melky Suwae. Sayangnya, sejak itu tidak pernah ada perawatan berarti,” ungkapnya.
Menurut Petrus, sejak awal asrama tersebut sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti tempat tidur, meja, kursi, dan lemari. Namun kini, hampir seluruhnya mengalami kerusakan.
Ia berharap Pemkab Jayapura dapat mengalokasikan anggaran rehabilitasi asrama tersebut pada tahun 2026.
“Kami akan bersurat resmi kepada Bupati agar bersama-sama memberi perhatian terhadap kondisi asrama. Ini penting untuk mendukung mahasiswa kita di luar daerah,” tegasnya.
Petrus menambahkan, dirinya juga telah melaporkan hasil kunjungan itu kepada Ketua DPRK Jayapura, Ruddy Bukanaung, agar DPRK dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
“Mahasiswa kita bukan hanya di Manokwari dan Manado, tapi juga di Yogyakarta, Jakarta, dan daerah lainnya. Mereka adalah generasi penerus yang harus diperhatikan,” ujarnya.
Ia juga menyinggung soal penyaluran beasiswa di masa lalu yang dinilai tidak tepat sasaran.
“Dulu beasiswa disalurkan di akhir studi dan tidak melalui seleksi yang adil. Pada masa almarhum HMS, semua mahasiswa semester dua hingga delapan menerima beasiswa secara merata. Itu yang harus kita kembalikan,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, SH., MH., menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti temuan tersebut.
“Kami akan lihat dan anggarkan tahun depan. Dinas terkait harus memprioritaskan perbaikan asrama mahasiswa ini,” kata Yunus Wonda usai mengikuti Sidang Paripurna DPRK Jayapura, Senin (3/11/2025).
Bupati menegaskan, rehabilitasi asrama akan dilakukan agar mahasiswa asal Jayapura dapat belajar dengan aman dan nyaman. Namun ia juga mengingatkan agar asrama digunakan sesuai peruntukannya.
“Kami ingin pastikan bahwa penghuni asrama adalah murni mahasiswa asal Kabupaten Jayapura. Kalau ternyata hanya satu orang dari Jayapura, lebih baik kita bantu lewat biaya kos saja,” ujarnya.
Bupati Yunus menegaskan, karena asrama tersebut merupakan aset daerah, pemerintah akan memastikan bangunan direhabilitasi demi mendukung masa depan pendidikan anak-anak Jayapura.
“Itu aset Kabupaten Jayapura. Kita akan rehap agar anak-anak bisa belajar dengan baik,” pungkasnya.(ARS)