
Konferensi : Ketua Yayasan Teker Harapan Papua Hesty Imelda Kere didampingi Kepala SPPG Sofyan Hasan dan Chef Ismanto Tampubolon memberikan keterangan di depan Dapur Mandiri MBG Yayasan Teker Harapan Papua, Kampung Asey Besar, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura.(Foto: Ist)
PAPUA, Klikjo.id — Yayasan Teker Harapan Papua (YTHP) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jayapura Sentani Timur Asey Besar menerima Piagam Penghargaan dari Badan Gizi Nasional (BGN), diserhakan Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN atas dedikasi SPPG sebagai Penyelenggara Dapur Mandiri Terbaik I Provinsi Papua. Selain itu SPPG Timika dan Merauke juga menerima penghargaan serupa.
Ketua Yayasan Teker Harapan Papua, Hesty Imelda Kere, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas penghargaan tersebut.
“Kami sangat bersyukur atas predikat Dapur Terbaik I Provinsi Papua. Ini hasil kerja keras seluruh tim dalam menghadirkan dapur mandiri yang sesuai standar dan juknis dari BGN,” ujar Hesty dalam konferensi pers di Dapur MBG Yayasan Teker Harapan Papua, Kampung Asey Besar, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Rabu (12/11).
Menurut Hesty, keberadaan dapur mandiri menjadi bukti nyata komitmen yayasan dalam mendukung program pemerintah melalui Manajemen Berbasis Gizi (MBG).
“Walaupun berada di kampung, kami ingin menghadirkan fasilitas dapur yang layak dan representatif demi menunjang program pemerintah,” tambahnya.
Ia menjelaskan, selain SPPG Jayapura Sentani Timur Asey Besar juga ada dua SPPG di Papua yang menerima penghargaan dan menjadi rujukan.
“Tiga dapur mandiri MBG ini kini menjadi rujukan BGN sebagai dapur terbaik di wilayah Papua,” ungkapnya.
Fasilitas Lengkap dan SDM Asli Papua Dominan
Kepala SPPG Jayapura Sentani Timur Asey Besar, Sofyan Hasan, menuturkan bahwa dapur mandiri MBG berdiri di atas lahan berukuran 20×20 meter dan dilengkapi peralatan berbahan stainless steel berstandar nasional.
“Kami bangga karena sebagian besar relawan yang bekerja di dapur ini adalah warga asli Papua (OAP), dengan hanya beberapa tenaga dari luar daerah,” jelasnya.
Meski standar BGN mensyaratkan 47 relawan, SPPG Asey Besar hanya memiliki 40 relawan aktif yang mampu melayani 2.631 penerima manfaat, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, hingga balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
“Pengantaran makanan dilakukan mulai pukul 07.00 hingga 12.00 siang menggunakan empat speedboat untuk menjangkau penerima manfaat di pulau-pulau sekitar Danau Sentani,” terang Sofyan.
Chef Profesional Dampingi Mama-Mama Papua
Chef Ismanto Tampubolon, pendamping teknis dapur MBG, mengapresiasi kolaborasi yang dibangun dengan YTHP.
“Saya berterima kasih kepada Yayasan Teker Harapan Papua yang mempercayakan saya mendampingi mama-mama Papua dalam menyiapkan makanan sesuai standar BGN,” ujarnya.
Ia menuturkan, meski semula banyak relawan masih memasak dengan cara tradisional, kini mereka telah mampu beradaptasi dengan sistem dapur modern.
“Awalnya memang sulit, tapi dengan bimbingan dan latihan, mereka cepat belajar dan kini bisa bekerja sesuai prosedur,” pungkas Ismanto.(ARS)