
Prof. Dr. O.C Kaligis Bersama Pak Harto (foto:hans)
Jakarta,KLIKJO.ID–Penetapan Mantan Presiden Soeharto yang akrab di sapa Pak Harto sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Prabowo Gibran menurut Prof. Dr OC Kaligis adalah tepat.
Dimasa era Pak Harto keputusan selalu diambil secara mufakat, melibatkan eksekutif, legislatif dan yudikatif. Semuanya pun diputuskan secara bersama.
Prof Kaligis menilai narasi yang dibentuk secara terus menerus menjadikan Pak Harto tergerus fitnah dari elemen para kaum pembenci.
“Itu hanya narasi tanpa dasar hukum yang sahih, ” celetuk Kaligis.
Kaligis pun menepis semua tuduhan korupsi dan hak asasi manusia yang ditujukan kepada Pak Harto itu tidak benar.
“Nama Pak Harto tidak pernah tercatat di Jenewa sebagai pelanggar HAM. Saya yang terlibat langsung dalam isu HAM internasional, bahkan membela Abilio Soares sampai di PK, dan nama Soeharto tidak pernah ada,” ungkapnya.
“Saya menggugat Times, dan mereka tidak bisa membuktikan bahwa beliau koruptor. Jadi semua itu hanya narasi. Masa orang bisa dihukum karena narasi?” katanya dengan nada tajam.
Kaligis menilai, jiwa kepemimpinan Pak Harto menyelamatkan bangsa ini dari paham radikal.
”Kalau beliau tidak ada, mungkin negara ini sudah jadi komunis. Padahal bagi komunis, agama itu candu bagi rakyat. Bisa jadi, kita semua sudah hilang waktu itu,” ujarnya.
Semua unsur pendukung dalam menetapkan seorang pahlawan nasional, lanjut Kaligis , itu semua ada pada pencapaian Pak Harto.
“Pantaslah beliau dinyatakan sebagai pahlawan, bahkan sebagai Bapak Pembangunan Bangsa,” tegas Kaligis.
Menutup wawancara,OC Kaligis menghimbau agar para elite politik jangan mendustai hati nurani, apalagi tidak ada pemimpin yang lahir di Indonesia yang tidak punya masa lalu.
” Hentikan sudah upaya narasi-narasi yang merasa diri bersih, mari bersama berpartisipasi untuk bangsa ini. Sebagai seorang ahli hukum tentu bagian kami adalah berkomitmen membangun hukum yang berkeadilan, “pungkasnya.
(Stevan Roger Pelealu)