
Mendampingi: Wagub Papua Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, S.P., M.Eng., didampingi Penjabat Sekprov Papua Lukas Christian Sohilait, saat mendampingi Panitia Kerja (Panja) Komisi II DPR RI dan Wakil Menteri Dalam Negeri di Lantai 9 Kantor Gubernur Papua.(Foto: ARS)
JAYAPURA, Klikjo.id — Panitia Kerja (Panja) Komisi II DPR RI melakukan kinjungan kerja (Kunker) di Provinsi Papua, dan diterima Wakil Gubernur Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen SP, M.Eng, Kunker terkait pengelolaan perbatasan wilayah negara di Provinsi Papua, pada Rabu (4/2/2026).
Kunker akan berlangsung tiga hari, 3,4 dan 5 Februari 2026, dan ikut mendampingi Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk digelar di Lantai 9 Kantor Gubernur Papua.
Rapat dipimpin Ketua Komisi II DPR RI Rifky Zamy Karsayuda dan dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua Lukas Christian Sohilait serta jajaran pemerintah daerah dan instansi terkait.
Dalam pertemuan itu, Wakil Gubernur Papua menyampaikan bahwa pengelolaan wilayah perbatasan tidak hanya berkaitan dengan aspek kedaulatan dan keamanan negara, tetapi juga menyangkut kesejahteraan masyarakat perbatasan, khususnya Papua yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini.
Ia menyebutkan, tantangan pengelolaan perbatasan di Papua meliputi kondisi geografis yang luas, keterbatasan infrastruktur, serta dinamika sosial masyarakat di wilayah perbatasan.
Pemerintah Provinsi Papua, kata Rumaropen, berkomitmen menjadikan kawasan perbatasan sebagai beranda depan negara melalui empat pilar pembangunan, yakni Papua Sehat, Papua Cerdas, Papua Produktif, dan Papua Aman.
Pemerintah Provinsi Papua juga menyatakan kesiapan untuk mendukung Panja Komisi II DPR RI dengan menyediakan data dan informasi yang dibutuhkan dalam rangka pengelolaan perbatasan yang lebih efektif.
Kunjungan kerja Panja Komisi II DPR RI ini diharapkan menghasilkan rekomendasi yang berdampak langsung bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan Papua. (ARS)