Site icon www.klikjo.id

Jhoni Lumbaa Harap Atlet Domino OAP Terus Berlatih 

Foto: Ketua Pengda Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Kabupaten Jayapura, Jhoni Lumbaa, menyaksikan partai final Turnamen Domino Cendrawasih Papua Cup I 2026 di Lantai 7 Hotel Horison Kota Raja, Kota Jayapura, Senin (9/2/2026).(ARS)

JAYAPURA, Klikjo.id –Turnamen Domino Cendrawasih Papua Cup I 2026 resmi berakhir setelah partai final digelar di Lantai 7 Hotel Horison Kota Raja, Kota Jayapura, pada Senin malam (9/2/2026) hingga Selasa dini hari.

Sebelumnya, babak penyisihan hingga partai eksekutif berlangsung di GOR Waringin Kota Raja pada Minggu (8/2/2026).

Pertandingan babak 32 besar hingga semifinal dilaksanakan pada Senin malam, sementara partai final kategori reguler/umum dan eksekutif dimainkan sekitar pukul 00.00 hingga 01.20 WIT.

Pada kategori eksekutif, juara pertama diraih pasangan Sharul dan M. Iqbal dari Gardu DCC.

Posisi juara kedua ditempati Rustam dan Rifki dari Gardu EDC, disusul Taufik dan M. Irianto dari Gardu FDC sebagai juara ketiga.

Sementara juara keempat diraih pasangan Sudirman dan Ahmad dari Gardu Jalur 2 Biak.

Sementara itu, pada kategori reguler/umum, pasangan H. Rahman Nani dan Randi dari Gardu Blade Abepura keluar sebagai juara pertama. Posisi runner-up ditempati Anto dan Akmal dari Gardu 168 Timika.

Ketua Pengda PORDI Kabupaten Jayapura, Jhoni Lumbaa, SH, mengapresiasi pelaksanaan turnamen yang dinilai menjadi ajang penting untuk mengasah kemampuan atlet domino dari berbagai Keluarga Domino Unggul (Gardu) di Papua.

Ia juga menyoroti tingginya keterlibatan Orang Asli Papua (OAP), baik sebagai peserta maupun perangkat pertandingan.

“Saya mengapresiasi keterlibatan OAP, termasuk dalam perwasitan. Wasit utama dipercayakan kepada Hanock Tomas Hindom, S.IP., yang dibantu empat wasit dari Pengda PORDI Kabupaten Jayapura,” ujar Lumbaa.

Empat wasit pembantu tersebut yakni Nofri F. Felle, Mariaco Talib, Retno Wulandari Sukarno, dan Ahmad Ridwan.

Menurut Lumbaa, perekrutan wasit dari Papua diharapkan dapat membuka peluang lahirnya wasit nasional dari daerah ini.

Ia menilai minat masyarakat terhadap olahraga domino cukup tinggi dan tidak hanya digemari kalangan orang tua, tetapi juga generasi muda.

Hal tersebut terlihat dari banyaknya peserta OAP yang ambil bagian dalam turnamen.

Lumbaa berharap para atlet domino, khususnya OAP, terus mengasah kemampuan karena olahraga domino tidak semata-mata mengandalkan keberuntungan, tetapi membutuhkan strategi, kesabaran, dan kecerdasan.

“Teruslah berlatih agar mampu bersaing dan menjadi juara pada turnamen-turnamen berikutnya,” pesannya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pengurus yang telah menyukseskan Turnamen Domino Cendrawasih Papua Cup I 2026 hingga partai final, serta mengucapkan selamat kepada para pemenang di kategori reguler/umum dan eksekutif. (ARS)

Exit mobile version