Bovendigoel,KLIKJO.ID–Tak ingin ketinggalan untuk bersama bangun daerah, Kerukunan Keluarga Kawanua Boven Digoel warga asli suku Minahasa Raya Sulawesi Utara (Sulut) ambil bagian tampil maksimal (all out) dalam parade Carnaval dalam memperingati HUT RI yang ke-77 di pusat kota Tanah Merah pada Sabtu (13-08-2022).
Kerukunan orang asli Minahasa Raya yang dibentuk pada 20 tahun silam ini menampilkan berbagai pesona budaya daerah. Tarian Kabasaran dan Maengket menjadi andalan untuk menghibur seluruh masyarakat Tanah Merah Boven Digoel.
Tampil dengan kombinasi merah dan putih menjadikan tarian lebih memukau,apalagi menjadi perhatian berbagai suku dan etnis di Tanah Merah. Merah dan Putih dijadikan dasar bahwa kita adalah Indonesia yang ber-Bhineka Tunggal Ika.
Tari Kabasaran merupakan jenis tarian perang, atau disebut tarian Kabasaran diartikan sebagai orang yang kuat, disegani, ditakuti dan berkuasa.
Tari Kabasaran ditarikan oleh para penari sambil membawa persenjataan seperti mau perang, seperti pedang atau tombak.
Berbeda dengan Tari Maengket awalnya menjadi tarian ucapan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas panen yang baik.
Kemudian dalam perkembangannya, tarian ini tidak hanya ditarikan pada saat usai panen, melainkan juga acara-acara lain, seperti pesta pernikahan, festival seni tari, dan lainnya.
Secara terpisah,Bupati Boven Digoel Hengki Yaluwo, S.Sos saat dimintai tanggapan akan kegiatan Carnaval ini mengungkapkan apresiasi untuk komunitas kerukunan Kawanua yang tinggal di Boven Digoel, menurutnya warga Kawanua adalah salah satu suku yang aktif membantu dan mendorong percepatan ekonomi di Boven Digoel.
“Tidak ada maksud untuk menilai lebih, harus diakui, suku Minahasa atau orang Manado sudah dari jauh hari bersama membangun Boven Digoel, begitupun Bugis Makassar dan Jawa. Kehadiran mereka di negeri kami membawa hal yang positif baik dari semua sektor kehidupan, ” Ujar Bupati Hengki.
Gayung bersambut, Ketua Kerukunan Kawanua Boven Digoel Alex Mamusung pun senada dan mengungkapkan rasa simpati dan empati yang besar untuk bersama bangun Boven Digoel.
“Tentu warga asli orang papua harus menjadi prioritas dalam setiap langkah gerak dan kebijakan pemerintah daerah, kami pun meyakini bahwa kerukunan orang asli Papua dan pendatang akan membawa kemajuan yang pesat bagi daerah ini, sumbangsih kami untuk terlibat dalam parade Carnaval ini adalah bentuk kecintaan kami terhadap daerah ini, “pungkas Alex.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan