Site icon www.klikjo.id

Pemkab Jayapura Susun Peta Potensi Investasi Berbasis Data

Pembukaan : Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard Yocku SH, didampingi Plt. Sekda dan Kadis DPM-PTSP membuka Forum Komunikasi Publik Penyusunan Peta Potensi Daerah yang digelar DPM-PTSP Kabupaten Jayapura, Jumat (14/11/2025).(Foto: ARS)

SENTANI, Klikjo.id –Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) menggelar Forum Komunikasi Publik (FKP) Penyusunan Peta Potensi Daerah, bertempat di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Jumat (14/11/2025).

Ini sebagai langkah awal pemerintah dalam memetakan peluang investasi berbasis data akurat, khususnya untuk wilayah pembangunan II dan IV Kabupaten Jayapura.

Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard Yocku SH,  mengungkapkan  pemetaan potensi investasi yang sebelumnya dilakukan di wilayah III dan IV telah berhasil menarik sejumlah investor masuk ke Kabupaten Jayapura.

Ia menegaskan bahwa kesiapan daerah merupakan kunci utama dalam memastikan investasi dapat memberikan manfaat nyata.

“Caranya, kita harus siap menerima investor—baik dari sisi SDA, SDM, maupun siapa pengelolanya. Lewat diskusi investasi seperti ini, kita harapkan muncul solusi sehingga tujuan dan arah pembangunan menjadi jelas,” ujar Wabup Haris.

Ia menambahkan bahwa Kabupaten Jayapura memiliki potensi besar pada sektor pariwisata, pertanian, perkebunan, dan perikanan. Potensi tersebut diharapkan mampu mendorong ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Lebih jauh, Wabup Haris menegaskan bahwa investasi tidak hanya berfokus pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga harus memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

“Apa gunanya kita berlimpah, sedangkan masyarakat tidak merasakan apa-apa dari investasi yang masuk,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas DPM-PTSP Kabupaten Jayapura, Gustaf Griapon, ST., M.Sos., menekankan pentingnya penyusunan Peta Potensi Investasi Daerah (PPID) secara akurat, terukur, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, FKP ini menjadi langkah strategis dalam menggali serta mengidentifikasi potensi unggulan daerah yang layak dikembangkan menjadi peluang investasi prospektif.

“Melalui forum ini, kami berharap terbangun kesamaan persepsi dan koordinasi lintas sektor, agar dokumen peta investasi yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kekayaan potensi Kabupaten Jayapura,” ujarnya.

Gustaf juga menegaskan bahwa peta potensi investasi harus menjadi instrumen promosi yang informatif dan menarik minat investor, bukan sekadar dokumen administratif. Ia mengajak OPD, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat untuk terlibat aktif dalam penyusunannya.

“Investasi adalah salah satu kunci percepatan pembangunan daerah. Karena itu, kita semua harus bersinergi menyusun peta potensi ini sebaik mungkin,” tutupnya. (ARS)

Exit mobile version