Lebih jauh, Wabup Haris menegaskan bahwa investasi tidak hanya berfokus pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga harus memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

“Apa gunanya kita berlimpah, sedangkan masyarakat tidak merasakan apa-apa dari investasi yang masuk,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas DPM-PTSP Kabupaten Jayapura, Gustaf Griapon, ST., M.Sos., menekankan pentingnya penyusunan Peta Potensi Investasi Daerah (PPID) secara akurat, terukur, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, FKP ini menjadi langkah strategis dalam menggali serta mengidentifikasi potensi unggulan daerah yang layak dikembangkan menjadi peluang investasi prospektif.

“Melalui forum ini, kami berharap terbangun kesamaan persepsi dan koordinasi lintas sektor, agar dokumen peta investasi yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kekayaan potensi Kabupaten Jayapura,” ujarnya.

Gustaf juga menegaskan bahwa peta potensi investasi harus menjadi instrumen promosi yang informatif dan menarik minat investor, bukan sekadar dokumen administratif. Ia mengajak OPD, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat untuk terlibat aktif dalam penyusunannya.

“Investasi adalah salah satu kunci percepatan pembangunan daerah. Karena itu, kita semua harus bersinergi menyusun peta potensi ini sebaik mungkin,” tutupnya. (ARS)