Foto: Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan memberikan keterangan kepada wartawan di Sentani terkait hoaks permintaan dana, Kamis (5/3/2026).(ARS)

SENTANI, Klikjo.id –Aksi penipuan jelang hari raya marak berseliweran di media sosial (Medsos).

Modus kali ini, mengirim pesan minta transfer dana via whatsapp dengan mencatut nama Kapolres Jayapura, dikirim kepada sejumlah kepala kampung di Kabupaten Jayapura.

Dalam pesan itu, pelaku mencatut atau mencantumkan nama Kapolres Jayapura sekaligus menyertakan nomor rekening untuk meminta transfer uang.

“Saya tegaskan itu hoax, pelakunya sementara dalam pelacakan tim Polres Jayapura,” ujar Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan kepada wartawan, Kamis (5/3/2026).

Modus pelaku meminta dana untuk kegiatan buka puasa bersama (Bukber) atas nama Kapolres Jayapura dan Kasat Reskrim.

Kapolres juga memastikan bahwa pihaknya tidak pernah meminta bantuan dana dari masyarakat dalam bentuk apa pun.

“Kapolres Jayapura tidak pernah meminta bantuan uang sepeser pun dari masyarakat, apalagi kepada kepala kampung  Itu fitnah luar biasa,” tegasnya.

Informasi tersebut sempat menimbulkan kebingungan di kalangan kepala kampung, yang kemudian melakukan konfirmasi terkait kebenaran pesan tersebut.

Kapolres mengungkapkan, pelaku juga menggunakan profil WhatsApp yang mengatasnamakan Kasat Reskrm untuk meyakinkan calon korban.

Saat ini Polres Jayapura masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku di balik aksi penipuan tersebut.

“Kasus ini masih kami lidik untuk mengetahui siapa yang berada di balik tindakan tersebut,” ujarnya.

Meski begitu, hingga kini belum ada laporan korban yang mentransfer uang kepada pelaku.

Imbauan Kapolres

Kapolres mengimbau masyarakat Kabupaten Jayapura agar tidak mudah percaya terhadap permintaan uang yang mengatasnamakan pejabat kepolisian.

“Kalau ada permintaan transfer uang yang mengatasnamakan saya atau pejabat kepolisian, saya pastikan itu hoaks,” katanya.

Ia juga meminta masyarakat memanfaatkan layanan pengaduan kepolisian melalui call center 110 apabila menemukan informasi mencurigakan.

“Silakan laporkan atau cek melalui call center 110. Pastikan dulu sebelum mempercayai informasi yang beredar,” tandasnya.(ARS)