Foto: Bupati Jayapura Yunus Wonda memimpin kerja bakti massal pembersihan aliran sungai hingga muara Danau Sentani, Jumat (10/4/2026).(ARS)
SENTANI, Klikjo.id –Bupati Jayapura, Yunus Wonda, memimpin kerja bakti massal lintas elemen di wilayah Kabupaten Jayapura, Jumat (10/4/2026). Kali ini, fokuskan pada normalisasi aliran sungai hingga muara Danau Sentani guna menekan risiko banjir.
Aksi kolaboratif ini melibatkan Pemerintah Kabupaten Jayapura, jemaat Gereja Kristen Injili (GKI), serta aparat TNI-Polri. Mereka bahu-membahu membersihkan jalur air yang mengalami penyempitan dan penyumbatan.
“Kerja bakti hari ini kita gabung semua, baik gereja, pemerintah, TNI-Polri, untuk fokus membersihkan aliran air sampai ke muara,” ujar Wonda.
Dari hasil peninjauan lapangan, ada sejumlah titik kritis yang mengalami penyempitan, di area muara. Kondisi ini menghambat aliran air dan meningkatkan potensi banjir di kawasan Sentani.
Karena itu, pemerintah langsung mengambil langkah tegas. Dengan mengangkat kayu dan sampah yang menyumbat aliran sungai.
“Di muara tadi kita lihat menyempit, sehingga harus ada pembersihan untuk normalisasi sungai,” jelasnya.
Selain faktor alam, penyempitan juga karena aktivitas manusia yang mengubah struktur sungai. Oleh sebab itu, penataan ulang menjadi solusi mendesak.
Tak hanya itu, Pemkab Jayapura juga menyiapkan langkah lanjutan. Dalam waktu dekat, akan melakukan pengerukan di sejumlah titik pinggiran Danau Sentani, terutama pada jalur masuk aliran sungai.
Langkah ini penting, mengingat munculnya pulau-pulau kecil pascabanjir besar 2019 yang mengganggu arus air.
“Kami akan keruk di pinggiran danau, fokus di titik aliran sungai masuk. Danau dan sungai harus kembali ke posisi semula,” tegas Wonda.
Lebih lanjut, pemerintah daerah berencana mengalokasikan anggaran rutin untuk melibatkan masyarakat kampung dalam menjaga kebersihan sungai. Dengan demikian, perawatan aliran air tidak hanya bersifat insidental, tetapi berkelanjutan.
Wonda optimistis, upaya ini akan memperbaiki sistem aliran air di Sentani dalam waktu dekat, jika curah hujan tidak ekstrem.
“Kami akan anggarkan setiap tahun, supaya masyarakat bisa rutin membersihkan aliran sungai,” pungkasnya.(ARS)

Tinggalkan Balasan