Meykel Damopolii dan Andrei Angouw
MANADO,KLIKJO.ID- Aksi turun lapangan memantau kondisi fasilitas publik dan pekerjaan sejumlah proyek yang kerap dilakoni Walikota, Andrei Angouw dalam beberapa pekan terakhir, termasuk menyelesaikan permasalahan lainnya, menuai reaksi keras dari tokoh masyarakat Kota Manado, Meykel Damopolii.
“Menjadi persoalan sekarang adalah masa pendemi Covid-19. Dampaknya luar biasa sehingga banyak warga di Kota Manado mengeluh makin sulit memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Jelas ujungnya sudah urusan perut. Namun sangat disayangkan, Walikota tak konsen menyikapi hal itu, malahan hanya rajin turun lapangan guna memantau kondisi fasilitas publik dan pengerjaan proyek,” kritik Teba, sapaan akrabnya, Selasa (31/08/2021).
Lelaki yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Manado ini menilai blusukan Walikota yang terlalu sering untuk mengetahui langsung kondisi di lapangan sebagai aksi pencitraan.
“Bagus jika Pak Anderi turun lapangan. Sebagai bagian dari warga Kota Manado, saya salut pemimpin seperti itu yang notabene bukan tipe pemimpin hanya duduk di belakang meja dan cuma mendengar laporan dari bawahan. Tapi kalau di masa pendemi sudah keseringan, apalagi bahkan di hari libur pun turun lapangan, maka tujuannya sudah lain dan dianggap sebagai aksi pencitraan,” tuturnya.
Teba melanjutkan, hal paling utama diinginkan kebanyakan warga Kota Manado di masa pendemi Covid-19 bukanlah blusukan seperti itu.
“Warga lebih butuh perhatian Walikota dan Wakil Walikota atau secara umum Pemkot Manado. Perhatian seperti apa? Ada bantuan yang diberikan guna meringankan beban masalah yang dialami mereka yang terdampak Covid-19, karena sampai sekarang belum terwujud. Jika memang tak tertata anggaran di APBD tahun 2021 untuk membantu warga tersebut, maka harus cari jalan keluarnya,” paparnya.
Ia pun meminta kepada Pemkot Manado khususnya Walikota dan pihak lain untuk menyikapi kritikannya itu dengan bijak.
“Apa yang saya sampaikan ini tak ada unsur menjelekan atau menjatuhkan Pemerintahan Andrei Angouw dan Richard Sualang (AARS), tapi lebih kepada keinginan warga di masa Pendemi Covid-19,” kunci Teba.(JOKER/*)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan