Foto: ilustrasi
MINSEL, KLIKJO.ID–Diduga dipicu Pandemi Covid_19 berkepanjangan dan berimbas pada persoalan ekonomi keluarga, membuat pria beristri berinisial MB alias Moddy (49) warga Desa Raanan Lama Kecamatan Motoling, Minahasa Selatan (Minsel), memilih bunuh diri.Korban diduga stres dengan persoalan ekonomi dan rumah tangga, mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dapur rumahnya.
Korban yang sekaligus tersangka dalam kasus ini, pertama kali ditemukan oleh istrinya, Deitje Merentek (52). Saat ditemukan, korban sudah meregang nyawa dengan posisi tergantung di bagian dapur rumahnya. Peristiwa itu terjadi Jumat (10/09/2021), sekitar pukul 04.30 wita.
Informasi yang dirangkum menyebutkan, korban diduga stres lantaran terbeban persoalan keluarga dan tekanan ekonomi. Malam sebelum bunuh diri, korban sempat berusaha menghibur dirinya dengan menegak minuman keras.
Korban sempat terlihat istrinya membawa miras jenis captikus setengah botol, dan minum sendiri di ruang tamu.
Diduga lewat tengah malam, saat istrinya tidur, saat situasi sepi, korban menuju ke dapur mengambil seutas tali dan mengikat bagian ujung di balok langit-langit bagian dapur, sementara ujung yang lainnya diikat di bagian lehernya dan mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.
Korban pertama kali ditemukan istrinya. Saat Deitje menuju ke dapur, dia terkejut melihat suaminya tergantung dan tidak bernyawa lagi. Sontak berteriak membuat tetangga terbangun dan mendatangi rumah tersebut.
Warga segera melaporkan hal itu kepada hukum tua dan pihak kepolisian. Anggota Polsek Motoling langsung mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengevakuasi korban.
“Kami langsung mendatangi lokasi kejadian, mengamankan TKP, melakukan proses identifikasi, mendampingi pihak medis dari Puskesmas Motoling dalam pemeriksaan bagian luar tubuh korban, serta mengumpulkan bahan keterangan sejumlah saksi,” ungkap Kapolsek Motoling Iptu Tonny Simarmata.
Menurut Kapolsek, hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Diduga korban nekat mengakhiri hidupnya lantaran depresi karena masalah internal keluarganya. “Untuk pihak keluarga telah menyatakan penolakan dilakukan proses otopsi,” pungkas Iptu Tonny Simarmata.(wen)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan