Doortje Tamunu
TONDANO,KLIKJO.ID- Upaya Rektor Universitas Negeri Manado (Unima) Prof. Dr. Deitje Katuuk, MPd untuk memberantas praktek-praktek pungli diragukan. Buktinya, pungutan-pungutan ke mahasiswa di luar program Uang Kuliah Tunggal (UKT) masih terjadi di kampus kebanggaan masyarakat Sulut ini. Sebut saja masalah di Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) yang tengah menjadi atensi kalangan LSM.
Mencuat kabar terbaru jika aksi dugaan pungli di Unima sangat sulit untuk dihapus. Pasalnya, pelaku adalah oknum dosen yang mengaku-ngaku dekat dengan rektor.
“Sepertinya pungli tumbuh subur di Unima. Maka dari itu rektor harus segera mengambil tindakan tegas. Karena kalau tidak maka nama baik Unima tercoreng,” tukas Ketua Pelopor Angkatan Muda Indonesia Perjuangan (PAMI-P) Sulut, Jonathan Mogonta.
Sementara itu, mengenai adanya pungutan ke mahasiswa, Dra. Doortje Tamunu, M.For, seorang dosen FIK Unima mengaku tak melanggar aturan karena untuk menunjang terlaksananya suatu kegiatan perkuliahan seperti praktek lapangan.
“Memang ada program UKT. Tapi soal pungutan untuk menunjang suatu kegiatan sudah terjadi di tahun-tahun sebelumnya, seperti halnya di FIK. Bukan hanya di FIK saja, di fakultas-fakultas lainnya di Unima juga demikian. Saya tau di fakultas-fakultas lain ada pungutan karena saya dan dosen-dosennya sering ngobrol,” tuturnya kepada wartawan, Selasa (2/11/2021).
Hanya saja Doortje membantah jika pungutan yang dimaksud masuk kategori pungli.
“So biasa ada pungutan ke mahasiswa. Tapi itu bukan pungli namanya,” tandasnya singkat.(TIM)

Tinggalkan Balasan