FOTO : Pengusaha properti yang juga Anggota DPRD Kabupaten Jayapura, Yosep Sapan, S.Kom,  di Villa  kawasan Bukit Demongkray (Efata), Kampung Doyo Lama, Distrik Waibhu, Kabupaten Jayapura.

SENTANI, Klikjo.id- Pengusaha sekaligus anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jayapura Yosep Sapan, S.Kom, tidak asing di kalangan pengusaha properti di Kabupaten Jayapura. 

Eksistensinya sebagai pengembang perumahan, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi tetap eksis.Dengan prinsip memberikan pelayanan terbaik kepada debitur, terbukti bisnis pengembang perumahan bersubsidi yang digelutinya tetap berkembang. Bahkan di saat terjadi penurunan perekonomian masyarakat akibat pandemi Covid-19.

“Dalam mengembangkan bisnis, sejak dulu berprinsip memberikan yang terbaik, karena dengan memberikan yang terbaik, maka bisnis kita akan eksis terus,” ungkap Yosep Sapan saat ditemui sejumlah wartawan di Efata Cafe, Bukit Demongkray, Kampung Doyo Lama, Distrik Waibhu, Kabupaten Jayapura, Kamis, 28 April 2022.

Pengusaha muda sekaligus Legislator PKP Indonesia DPRD Kabupaten Jayapura mengaku memperhatikan kualitas rumah yang dibangunnya, ketimbang semata-mata hanya mengejar profit.

“Artinya, saya banyak melihat dari teman-teman pengembang, mereka lebih cenderung mengejar profit. Tapi kalau saya tidak, saya lebih cenderung menjaga kualitas. Artinya, perumahan yang saya kembangkan adalah perumahan subsidi, namun secara kualitas sudah seperti rumah komersil,” jelas Wakil Ketua Fraksi Bhinneka Tunggal Ika (BTI) DPRD Kabupaten Jayapura.

Ditambahkan pada masa pandemi merupakan ujian untuk pengembang. Namun, dirinya tidak merasakan dampak yang begitu berarti.“Dari sisi usaha perumahan, saya tidak merasakan dampaknya. Karena walaupun ditengah pandemi, rumah saya laku terus. Bahkan posisi hari ini peminat perumahan saya, tidak mampu saya cover. Banyak yang mau beli, tapi unit saya habis. Itulah luar biasanya, karena nama baik kita,” tambah Yosep Sapan, Owner PT. Efata Papua Sejahtera.

Lebih lanjut, Pemilik Cafe Efata dan Penginapan The View Village ini menjelaskan,  pemasaran perumahannya itu tidak menggunakan biro iklan. Karena, baginya cukup dengan pemasaran dari mulut ke mulut para debitur, metode ini sudah sangat efektif memasarkan perumahan KPR miliknya.

“Kami juga memberikan banyak kemudahan, mulai dari permohonan berkas melalui bank, kepemilikan rumah tanpa uang muka alias Nol DP, sampai biaya Notaris di gratiskan,” ujar Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Jayapura ini menjelaskan.

Selain itu, Yosep Sapan menambahkan, melalui perusahaannya, PT. Efata Papua Sejahtera hingga saat ini sudah memliki 9 lokasi perumahan, yang semuanya berada di Distrik Waibhu. Total dari 9 lokasi tersebut sudah dibangun sekitar 500 unit KPR Bersubsidi. 

“Iya, kami melihat prospek di Sorong (Papua Barat) itu sangat baik, seperti Bali gitu, karena ada destinasi pariwisata Raja Ampat di sana. Sehingga kami mencoba untuk berinvestasi di sana. Dan, hasilnya juga cukup prospektif,” katanya.

Selaku pengusaha yang sudah cukup lama berkecimpung di bisnis pengembang KPR bersubsidi, Yosep Sapan merasa kurangnya perhatian dari Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura, padahal dari pembangunan perumahan-perumahan ini sudah memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang besar terutama dari sektor pajak Galian C. 

“Sangat berbeda ketika membangun di Sorong sana, pemerintah daerah setempat ikut membuat jalan (dari beton cor) di lokasi perumahan yang kita bangun,” pungkasnya.(Arifin)