Jayapura, KLIKJO.ID–Dewan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Nasional (DAMANNAS) menetapkan 10 calon Sekretaris Jenderal AMAN (Aliansi Masyarakat Adat Nusantara) periode 2022-2027, yang dipilih dan disepakati di Kongres Masyarakat Adat Nusantara Keenam (KMAN VI) yang akan digelar di wilayah adat Tabi, Jayapura, Papua pada Senin-Minggu (24-30/10/2022).
Kesepuluh calon Sekjen AMAN adalah Rukka Sombolinggi, Mina Setra, Erasmus Cahyadi, Arifin Saleh, Sardi Razak, Riky Aprizal, Eustobio Rero Renggi, Rukmini Toheke, Abdi Akbar, Deff Tri.
Ketua DAMANNAS Abdon Nababan mengatakan kesepuluh nama calon Sekjen ini ditetapkan oleh Damannas sesuai tugasnya menyediakan calon Sekjen AMAN yang sesuai dengan kriteria. Menurutnya, penetapan sepuluh nama calon Sekjen AMAN ini telah sesuai mekanisme. Ia memastikan kesepuluh nama calon Sekjen AMAN yang akan dipilih dalam KMAN VI merupakan aspirasi dan usulan dari para pengurus dan anggota. Kapabilitas dan kapasitasnya telah memenuhi persyaratan yang diatur dalam Anggaran Dasar AMAN.
“Sepuluh nama calon Sekjen AMAN yang terpilih ini dinilai yang terbaik. Mereka memiliki kelayakan sesuai dengan persyarakatan yang ada di Anggaran Dasar,” kata Abdon saat diwawancarai pada Kamis (6/10/2022). Abdon menerangkan sepuluh nama calon Sekjen AMAN tersebut ditetapkan oleh Damannas pada 12 September 2022. Damannas mengumumkan sepuluh nama calon Sekjen ini lebih cepat dari jadwal KMAN VI supaya ada waktu untuk para peserta Kongres mendalami nama-nama calon Sekjen tersebut. Penetapan sepuluh calon Sekjen AMAN diawali dari proses penjaringan sejumlah nama yang diusulkan oleh Pengurus Wilayah dan Pengurus Daerah, bahkan ada juga dari anggota organisasi sayap dan Perhimpunan Pembela Masyarakat Adat Nusantara (PPMAN).
Nama-nama tersebut diteliti oleh tim penjaringan, diantaranya menyangkut asal usul, sudah bekerja tiga tahun dengan gerakan Masyarakat Adat. Hasil dari tim penjaringan ini kemudian dibawa ke Damannas untuk diperiksa dan diputuskan menjadi sepuluh orang.
Abdon menyatakan Damannas nanti akan menyerahkan nama-nama calon Sekjen AMAN tersebut kepada pimpinan sidang terpilih di Kongres. Ia berharap di Kongres nanti, sepuluh nama calon Sekjen AMAN dipilih secara musyawarah mufakat.
“Tidak voting sebab saya yakin anggota yang hadir di Kongres nanti sudah mendalami masing-masing calon, akan memudahkan musyawarahnya jika pemilihan Sekjen AMAN dilakukan secara musyawarah mufakat agar tidak terlalu panjang kita bermusyawarah,” ungkapnya.
Deputi Sekjen AMAN, Eustobio Reri Renggo yang menjadi salah satu calon Sekjen menyatakan sebagai salah satu kader terbaik dari Masyarakat Adat dan cukup lama mengabdi pada isu-isu Masyarakat Adat, dirinya bersyukur dan berterima kasih Masyarakat Adat dan pengurus AMAN serta Organisasi Sayap yang telah mempercayakan dirinya sebagai salah satu calon Sekjen AMAN periode 2022-2027.
“Terima kasih, nama saya masuk dalam deretan calon Sekjen AMAN yang ditetapkan oleh Damannas. Ini amanah bagi saya untuk dapat memberikan ruang pengabdian terbaik dalam kepengurusan AMAN periode 2022-2027,” kata Eustobio. Eustobio mengatakan pada prinsipnya, semua calon Sekjen yang ditetapkan Damannas memiliki kelebihan masing-masing dalam menjalankan roda organisasi AMAN. Karenanya, ia berharap dalam proses pemilihan Sekjen AMAN nanti hendaknya mengedepankan mekanisme musyawarah mufakat yang harus kita tegakkan untuk menjaga dinamika KMAN VI dan memperkuat pondasi Masyarakat Adat.
“Mari kita jadikan momentum KMAN VI ini untuk memperlihatkan bahwa demokrasi delibrate berdasarkan musyawarah mufakat yang selama ini dipraktekkan AMAN berjalan lancar dan sukses,” kata Eustobio yang juga Ketua 1 Panitia KMAN VI.
Direktur Perluasan Partisipasi Politik Masyarakat Adat PB AMAN, Abdi Akbar menyatakan ucapan terima kasih namanya telah diusulkan untuk menjadi salah satu kader AMAN yang mendapat kepercayaan untuk menjadi calon Sekjen.
“Saya berterima kasih kepada pengurus dan Komunitas Masyarakat Adat yang telah memberikan kepercayaan menjadi calon Sekjen AMAN,” kata Abdi yang juga Koordinator Infokom KMAN VI.
Abdi menjelaskan di AMAN, untuk menjadi pemimpin organisasi bukan kita yang mencalonkan diri. “Tetapi, diusulkan oleh Komunitas Masyarakat Adat, anggota AMAN untuk menjadi calon Sekjen,” ujarnya. (Arifin)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan