Foto: Pria ditenggarai ODGJ dialmankan Polisi di Polsek Tondano..
TONDANO, KLIKJO.ID–Wapada hoax penculikan anak ! Seorang pria belakangan diketahui sebagai Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), sempat viral di media sosial (Medsos) dicurigai pelaku penculikan anak di wilayah Kelurahan Tataaran Dua, Kecamatan Tondano Selatan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut), diamnkan Polisi.
Diketahui, pria tersebut sebelumnya diamankan warga Lingkungan VIII Kelurahan Tataaran Dua, pada Sabtu (21/1/2023) sekitar pukul 19.30 Wita (malam) lalu dan sempat diviralkan warga lewat medsos dicurigai sebagai penculik anak.
Beruntung petugas Polsek Tondano, bergerak cepat langsung turun Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan pria tersebut, sebelum ditindak warga yang sudah mengamankan pria tersebut yang ternyata bukan pelaku penculikan anak.
Kronologis viralnya informasi tersebut, berawal pada Sabtu (21/1/2023) sekitar pukul 19.00 WITA, Bhabinkamtibmas Polsek Tondano mendapat informasi dari warga bahwa, di wilayah Kelurahan Tataaran Dua, telah diamankan seorang pria yang dicurigai sebagai pelaku penculikan anak karena gerak-geriknya mencurigakan.
Kemudian pria tersebut dijemput Kanit Reskrim Polsek Tondano bersama personel piket SPK. Selanjutnya diamankan di Mapolsek Tondano untuk dimintai keterangan, dan diketahui berumur sekitar 52 tahun, warga asal Kwandang, Provinsi Gorontalo.
Kanit Reskrim menginformasikan kejadian tersebut di group WA angkatannya, dengan maksud jika ada rekannya yang mengenali pria tersebut. Benar saja melalui grup didapat informasi bahwa, pria tersebut berasal dari wilayah Kwandang, Gorontalo dan mengalami gangguan jiwa.
Anggota Polsek Tondano selanjutnya membawa pria tersebut ke Mapolres Minahasa, dan akhirnya dijemput pihak keluarganya.
Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, Kepada wartawan Jumat (3/2/2023), mengimbau warga masyarakat tetap waspada dan meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
“Jika ada orang asing atau pendatang baru, jangan segan-segan untuk menanyakan identitas maupun tujuannya. Dan terpenting bijak dalam menggunakan media sosial. Jangan memberikan maupun ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya,” Imbau Kombes Pol Jules Abraham Abast.
Sementara itu menindaklanjuti viralnya informasi tersebut di media sosial, pada Rabu (1/2/2023) sore, Kapolsek Tondano bersama Bhabinkamtibmas, sudah meminta keterangan kepada beberapa warga yang diduga merekam maupun menyebarkan kembali video tersebut. Kapolsek juga memberikan imbauan agar senantiasa bijak dalam menyikapi informasi baik itu langsung dari warga ataupun dari media sosial. (Hen/Jos)

Tinggalkan Balasan