Kebakaran : Anggota Polres Jayapura dibantu masyarakat berupaya memadamkan api di Kompleks Kantor Bupati Jayapura.(Foto: Ist)
JAYAPURA, Klikjo.id –Kebakaran menghanguskan kantor Sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jayapura dan Kantor Perpustakaan, Kearsipan, RKU atau Radio Kenambay Umbay yang beralamat di Komplek Kantor Bupati – Gunung Merah, Sentani, Papua. Kebakaran tersebut terjadi Kamis (17/8/2023) sekitar pukul 07.30 WIT. Diduga api berasal dari Kantor Perpustakaan dan Kearsipan.
Informasi yang dirangkum menyebutkan, pagi itu sejumlah warga yang ada disekitar kawasan Kantor Bupati Jayapura melihat asap membumbung di gedung yang dipakai sebagai Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jayapura. Api dengan capat merambat hingga menghanguskan bangunan lainnya yang dimanfaatkan sebagai kantor Sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jayapura dan Radio Kenambay Umbay (RKU).
Warga selanjutnya melaporkan kebakaran tersebut ke pihak kepolisian. Polres Jayapura segera menerjunkan mobil water canon untuk memadamkan api yang terus membesar. Hanya hitungan menit gedung tersebut hangus terbakar.
Selain menurunkan mobil water Canon , sejumlah personil Polres Jayapura juga diturunkan untuk melakukan penyelidikan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran ini, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen, S.IK., MH, membenarkan kebakaran gedung yang dimanfaatkan sebagai kantor oleh empat instansi.
“Kita sangat menyayangkan kejadian ini, tentunya menjadi bahan evaluasi bagaimana sistem pengamanan yang ada di Kantor Bupati Kabupaten Jayapura, menjadi catatan buat kita semua untuk kedepan dalam setiap bangunan harus ada sistem kontrol kebakaran, namun kita ketahui sendiri gedung ini sudah cukup lama,” katanya.
Kapolres menambahkan untuk indikasi atau penyebab kebakaran belum diketahui dan menunggu hasil identifikasi laboratorium forensik.
“Informasi sementara yang kami dapatkan api berasal dari kantor Kearsipan dan merembet ke kantor lainnya, penyebab dan kerugiannya belum diketahui masih dalam penyelidikan kami,” pungkasnya.(ARS)

Tinggalkan Balasan