Rakor : YP2KP, Unicef , bersama Disducaipil Kabupaten Jayapura, mengger Rakor memperkuat kolaborasi bersama jurnalis dalam peningkatan cakupan pencatatan  akta kelahiran dan imunisasi, pada Kamis 27 Juni 2024 disalah satu hotel di Kota Sentani.(Foto: ARS)

SENTANI, Klikjo.id – Dalam rangka percepatan akta kelahiran dan dukungan layanan imunisasi,  Yayasan Pembangunan Pendidikan dan Kesehatan Papua (YP2KP) dan United Nations Children’s Fund (Unicef) Papua, bersama Pemerintah Kabupaten Jayapura menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan memaparan  hasil pendampingan pemanfaatan  data  kesehatan dan pelayanan terpadu Puskesmas  Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk meningkatkan cakupan pencatatan Kelahiran dan Imunisasi di Bumi Kenembai Umbai (Kabupaten Jayapura.  Kegiatan digelar disalah satu hotel di Sentani pada Kamis (27/6/2024) 

Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Jayapura melalui  Kabid  Pelayanan Pencatatan Sipil Ivone Tresnawati, S. IIP. MH, mengatakan  mengenai sitanduk rusa emas ini,  masih memakai Sistem Terintegrasi Pelayanan Adminduk dengan Rumah Sakit(SITANDUK RUSA) dan bekerja sama dengan rumah sakit.

Sebenarnya Kabupaten Jayapura harus bekerja sama dengan 22 puskesmas, namun untuk sementara nasih dengan lima Puskesmas yaitu Puskesmas Sentani, Sentani Timur, Sentani Barat, Waibu dan Nimbokrang.  “Kelima Puskesmas ini yang sudah ada aplikasi Sitanduk rusa, yang bisa membantu masyarakat mengakses dan mengurus akta kelahiran,” katanya.

Menurutnya, Sitanduk rusa adalah disaat bayi lahir di rumah sakit dan Puskesmas yang sudah ada Aplikasi, langsung bisa memperoleh akta kelahiran dan kartu keluarga, ttu  diproses di Puskesmas atau dirumah sakit.  “Kalau yang lahir di rumah dan lainnya, dari Dukcapil Kabupaten Jayapura  akan jemput bola ke distrik atau kampung, dan juga ada masyarakat yang langsung ke kantor Dukcapil untuk  pembuatan Akta kelahiran anak,” ujarnya.

Dalam Pencapaian Sitanduk rusa Kabupaten Jayapura sudah mencapai 90 persen dan sudah terliasisasi. sementara 10 persen, tidak bisa karena anak tersebut belum ada nama dan kelengkapan administrasi lain atau belum terpenuhi sehingga belum bisa kita buat akta kelahiran. Tidak menutup kemungkinan ketika orang tua pulang dan melengkapi, kemudian  ke Disdukcapil pasti dilayani dan akan buat kartu Identitas anak.

Sementara,  Sigit Wicaksno, S.Pd., M.Kes Perwakilan YP2PK Bidang Program Officer Of Education mengarakan, dari hasil program layanan terintegrasi terkait cakupan akta kelahiran dan imunisasi dengan Pemerintah Kabupaten Jayapura dalam hal ini Disdukcapil dan Dinkes Kabupaten Jayapura YP2KP dengan difasilitasi Unicef Papua dinilai cukup berhasil dan efesien bahkan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“ Itu berarti awal  meningkatkan taraf hidup masyarakat di Kabupaten Jayapura melalui program terintegrasi Papua. Mungkin dari data cukup kecil dalam artian angka-angka yang sudah diinput namun efesiensinya telah dirasakan masyarakat yang cukup bermanfaat, terlebih memotong biaya transportasi. Mungkin ada orang tua berkebun,  tetapi hanya hanya jam saja bisa mengakses layanan terintegrasi ini untuk  mendapatkan akta lahir,” kata Sigit Wicaksono, sambil berharap kedepannya, program ini ada keberlanjutan.(ARS)