Benny menegaskan, program MBG ini diharapkan berdampak signifikan bagi masyarakat Orang Asli Papua (OAP), terutama dalam penanganan stunting di Kabupaten Jayapura. Ia juga mendorong YPPBI memberdayakan masyarakat lokal dalam pelaksanaan program tersebut.

Ketua YPPBI Kabupaten Jayapura, Yanche Wenggi, menjelaskan bahwa pihaknya telah memulai distribusi MBG di tiga distrik, yakni Namblong, Nimboran, dan Kemtuk Gresi, dengan target 3.500 anak penerima manfaat. “Untuk tahap awal, penyaluran dilakukan di SMPN 2 Nimboran kepada 169 siswa. Teknis pembagian kami sesuaikan dengan kondisi sekolah, misalnya dibagikan saat jam pulang sekolah,” jelasnya.

Yanche menambahkan, dapur MBG mereka telah dinyatakan layak oleh Badan Gizi Nasional. “Kami memiliki 47 karyawan, 80 persen di antaranya OAP. Selain itu, kami menangani 8 SD, 2 SMP, 2 SMA, dan 9 PAUD di tiga distrik tersebut,” ujarnya.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Jayapura, Yulianti Beno, mengungkapkan pihaknya telah melakukan survei kelayakan sebelum dapur MBG dioperasikan. “Awalnya ada beberapa kekurangan, tapi setelah diperbaiki dan kami cek kembali, semua sudah memenuhi standar untuk penyaluran MBG,” terangnya.(ARS)