Gubernur Fakhiri menegaskan, percepatan pembangunan di Tanah Papua harus dimulai dari penguatan konektivitas antarwilayah.

“Pembangunan Papua tidak bisa dilepaskan dari upaya memperkuat konektivitas. Jalan Trans Jayapura–Wamena, misalnya, harus benar-benar tembus dan berkualitas baik. Jika jalur ini berfungsi maksimal, hasil pertanian dari Keerom dan Kabupaten Jayapura bisa tiba di Wamena hanya dalam satu hari,” ujar Fakhiri.

Menurutnya, konektivitas yang baik akan menjadi katalis bagi tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di Tanah Papua. Dengan terhubungnya jalur transportasi darat, laut, dan udara, distribusi logistik akan lebih cepat, biaya akan menurun, dan kesejahteraan masyarakat meningkat secara nyata.

“Kita ingin Papua tumbuh merata. Jangan hanya pesisir dan kota yang maju, tapi daerah pegunungan juga harus menikmati akses dan harga kebutuhan pokok yang terjangkau,” tegasnya.

Fakhiri juga menjelaskan bahwa salah satu fokus pembangunan ke depan adalah pembukaan jalur darat Wamena–Puncak–Puncak Jaya–Intan Jaya hingga Papua Tengah, yang diyakini akan menciptakan pusat-pusat ekonomi baru di sepanjang lintasan tersebut.

Selain infrastruktur jalan, Pemerintah Provinsi Papua turut mendorong penguatan armada laut dan logistik antarwilayah, terutama di pesisir utara seperti Sarmi, Yapen, dan Waropen.

“Papua membutuhkan dukungan armada laut yang memadai agar mobilitas barang dan jasa antar kabupaten bisa berjalan cepat dan efisien,” tambahnya.