Ia menilai kegiatan seperti lomba menyanyi, tari, musik, dan puisi sangat positif bagi para pelajar.

“Kegiatan ini membantu anak-anak menghindari hal-hal negatif. Di usia remaja, mereka perlu diarahkan ke aktivitas yang membangun karakter dan bakat. Pemerintah daerah tentu sangat mendukung upaya positif seperti ini,” tambahnya.

Haris juga mengapresiasi peran guru dan panitia yang berhasil menyelenggarakan kegiatan dengan sukses. Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda tahunan.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita bisa melihat minat dan bakat siswa. Saya mengajak para pemuda untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa, seperti yang dilakukan guru dan siswa SMP Negeri 2 Sentani,” ungkapnya.

Sementara itu, mantan Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Sentani, Kelasina Yanggroseray, mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda, tetapi juga sebagai wadah menggali potensi siswa.

“Ada berbagai lomba yang digelar, seperti tari-tarian, pidato, cerita rakyat, dan ansambel. Ansambel ini merupakan perpaduan alat musik seperti pianika, ukulele, tifa, dan alat musik lainnya,” jelas Kelasina.

Menurutnya, kegiatan ini diikuti o19 sekolah tingkat SMP di Kota Sentani dan sekitarnya.

“Saya bersyukur karena meski ada sekolah yang jauh seperti SMP Kemtuk dan SMP Depare, para guru dan siswanya tetap bersemangat mengikuti lomba ini,” ujarnya.

Kelasina yang kini menjabat sebagai Kepala Sekolah SMA Negeri Sentani berharap kegiatan ini terus dilanjutkan, agar siswa siap tampil dalam berbagai ajang di tingkat kabupaten maupun provinsi.(ARS)