Dalam suasana haru, Gubernur Papua Matius Fakhiri naik ke podium. Suaranya bergetar penuh makna ketika menyapa ribuan warga yang hadir.

“Pesta rakyat ini bukan pesta pora. Ini adalah wujud ibadah syukur,  karena Papua kini memiliki pemimpin definitif yang siap berkarya untuk semua,” katanya.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menatap masa depan bersama: mewujudkan Transformasi Papua yang Maju, Sejahtera, dan Harmoni.

“Mari kita jaga persatuan di tengah keberagaman, karena kasih menembus perbedaan,” ujarnya menutup sambutan.

Ketika matahari mulai tenggelam di balik perbukitan, langit Jayapura berubah menjadi kanvas warna-warni. Kembang api meledak di udara, disambut sorak-sorai dan tepuk tangan meriah dari lautan manusia yang masih enggan beranjak pulang.

Malam itu, halaman Kantor Gubernur Papua bukan sekadar tempat perayaan. Ia menjadi saksi kebersamaan, doa, dan harapan baru bagi sebuah tanah yang selalu belajar bangkit  dengan cinta, iman, dan persaudaraan.(ARS)