Kebijakan ini bukan sekadar pembangunan fisik. Lebih dari itu, ini adalah investasi kemanusiaan, bentuk penghargaan tulus atas pengabdian yang telah mencurahkan waktu dan tenaga demi pelayanan publik.

Di tengah meningkatnya harga rumah dan keterbatasan fasilitas perumahan bagi ASN, langkah ini menjadi angin segar.

Banyak yang melihatnya sebagai bukti nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan aparatur negara, bukan hanya dalam bentuk tunjangan, tetapi melalui hak dasar: tempat tinggal yang layak.

Program ini juga diharapkan mampu membangkitkan semangat kerja ASN di Sulut. Dengan kesejahteraan yang lebih baik, diharapkan jajarannya dapat bekerja dengan hati, menghadirkan layanan publik yang lebih manusiawi, transparan, dan berintegritas.

Bagi Gubernur Yulius, kepemimpinan bukan hanya soal menuntut kinerja, tetapi juga memberi ruang bagi kesejahteraan. Rumah bagi ASN, katanya, adalah simbol bahwa pengabdian panjang mereka tidak pernah dilupakan.

Program ini, bukan sekadar kepemilikan perumahan, tetapi bentuk penghargaan atas pengabdian panjang ASN yang telah mendedikasikan hidupnya untuk pelayanan publik.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat motivasi dan loyalitas aparatur dalam mewujudkan pemerintahan yang loyal dalam pelayanan, transparan, dan berintegritas.

Dengan inisiatif ini, Gubernur Yulius menegaskan arah kepemimpinannya: Pemerintahan yang tidak hanya menuntut kinerja, tetapi juga menghadirkan kesejahteraan bagi setiap pelayan rakyat.(PRI/**)