Perempuan adat dikenal memiliki peran strategis dalam pengelolaan lahan berkelanjutan. Di bawah bimbingan Agustha Kopeuw, Pendiri dan Koordinator Kelompok Kerja Uwakhe, masyarakat juga diberikan pelatihan pembuatan pupuk organik cair berbahan alami seperti kotoran hewan dan tumbuhan.

Kelompok Kerja Uwakhe berkantor di CLC Hena, yang menjadi pusat pelatihan, pertemuan masyarakat, serta pengembangan solusi berbasis kearifan lokal untuk menjaga kelestarian Bukit Hena.

“Penanaman pohon dan pelatihan produksi pupuk organik cair merupakan langkah penting dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan di wilayah Bukit Hena,” ujar Agustha Kopeuw usai kegiatan.

Upaya ini juga mendapat dukungan dari Samdhana Institute, lembaga yang selama ini mendampingi masyarakat adat dalam menjaga kelestarian lingkungan serta melindungi hak-hak mereka atas ruang hidup.

Kepala Lifespace Samdhana Institute, Ita Natalia, menegaskan bahwa keberlanjutan lingkungan tidak terlepas dari pengakuan hak-hak masyarakat adat.

“Keberlanjutan dimulai dari masyarakat adat yang mampu mempraktikkan kearifan lokalnya. Hak atas wilayah adat, hutan, dan pengelolaan sumber daya harus diakui dan dihormati,” jelasnya.

Ia menambahkan, di tangan masyarakat adat, kelestarian alam dan keanekaragaman hayati dapat terjaga hingga generasi mendatang.