Yusuf mendorong seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Jayapura untuk menjadikan noken sebagai bagian dari gaya hidup, khususnya pada hari-hari tertentu. Menurutnya, noken dapat menjadi alternatif tas modern yang praktis dalam menunjang aktivitas sehari-hari.

“Di lingkungan Pemkab Jayapura terdapat lebih dari 5.000 pegawai. Jika semuanya memiliki dan menggunakan noken pada momentum tertentu, ini akan menjadi gerakan positif yang besar,” jelasnya.

Selain melestarikan budaya, penggunaan noken secara masif juga dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya mama-mama pengrajin noken di kampung-kampung.

“Dengan banyaknya pegawai yang membeli dan menggunakan noken, maka secara langsung berdampak pada peningkatan ekonomi para pengrajin noken lokal,” sambung Yusuf.

Ia menekankan pentingnya memberi teladan dalam mempromosikan budaya sendiri. Yusuf mengingatkan agar masyarakat Papua tidak hanya menyosialisasikan noken, tetapi juga aktif menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan sampai kita hanya gencar menyosialisasikan, tetapi tidak menggunakannya. Di era media sosial, apa yang kita pakai dan tampilkan bisa dengan mudah dikenal dunia,” tegasnya.

Pemkab Jayapura berharap gerakan kolektif penggunaan noken dapat menjadi langkah nyata dalam menjaga, merawat, dan memperkuat identitas budaya Papua di tengah perkembangan zaman.(ARS)