Wakil Panglima Koops Swasembada Brigjen TNI Wulang Nur Yudhanto mengatakan, Festival Dayung Sentani merupakan bentuk nyata komitmen TNI AD dalam menghormati sekaligus melestarikan budaya Papua bersama masyarakat.

“Melalui festival ini, TNI ingin menunjukkan bahwa kami hadir untuk menghargai dan menjaga budaya lokal sebagai bagian dari jati diri bangsa,” ujarnya kepada wartawan di lokasi kegiatan.

Menurutnya, Festival Dayung Sentani juga menjadi simbol persatuan dan kebersamaan, karena melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam suasana yang penuh kegembiraan dan semangat gotong royong.

Selain nilai budaya, kegiatan ini turut memberikan dampak positif dari sisi sosial dan ekonomi, khususnya bagi masyarakat Sentani. Beragam kegiatan turut memeriahkan festival, antara lain lomba dayung tradisional, pameran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta perlombaan tarian tradisional Isosolo yang menambah semarak kawasan Danau Sentani.

Sementara itu, Wakil Bupati Jayapura Haris Richard Yocku, S.H., menyampaikan apresiasi kepada TNI AD atas terselenggaranya Festival Dayung Sentani yang dinilai mampu menghadirkan hiburan sekaligus manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Hari ini saya mewakili Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., dan kami melihat langsung antusiasme masyarakat. Kegiatan ini benar-benar menghidupkan suasana Danau Sentani,” katanya.

Wabup Haris menambahkan, keterlibatan pelaku UMKM, khususnya mama-mama Papua, menjadi bukti bahwa festival ini tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jayapura, kami mengucapkan terima kasih kepada TNI AD atas kolaborasi ini. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (ARS)