Kapolsek Kawasan Bandara Sentani, Ipda Wajedi, S.H., M.Si, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.11 WIT di area depan ruang kedatangan umum Bandara Sentani.
“Pasien mengalami pendarahan hebat akibat pecahnya pembuluh darah di lengan kiri. Meski telah mendapatkan pertolongan awal dan segera dievakuasi menggunakan ambulans, pasien dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit,” ujar Ipda Wajedi.
Berdasarkan kronologis kejadian, pesawat Garuda Indonesia GA 657 yang membawa pasien tiba di Bandara Sentani pada pukul 10.50 WIT. Sekitar pukul 10.58 WIT, pasien turun dari pesawat dan berjalan menuju ruang kedatangan umum bersama istrinya. Saat berada di area tersebut, terlihat darah keluar cukup banyak dari lengan kiri pasien akibat pecahnya pembuluh darah.
Melihat kondisi itu, masyarakat sekitar bersama tim medis bandara segera memberikan pertolongan pertama. Pihak kepolisian kemudian berkoordinasi dengan Karantina Kesehatan Bandara Sentani untuk menghadirkan ambulans. Pada pukul 11.17 WIT, pasien dievakuasi dan dibawa menuju RS Yowari Doyo Baru, Sentani, guna mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Namun, dalam perjalanan menuju rumah sakit, nyawa pasien tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia.
Diketahui, almarhum merupakan pasien rujukan dengan diagnosa gagal ginjal disertai pembengkakan pembuluh darah. Pihak kepolisian telah melakukan monitoring serta koordinasi dengan instansi terkait guna memastikan penanganan kejadian berjalan sesuai dengan prosedur yang berlaku.(ARS)

Tinggalkan Balasan