Pengumuman pemenang dijadwalkan pada 31 Desember 2025, bertepatan dengan perayaan malam pergantian tahun di Lapangan Apel Kantor Bupati Jayapura.

Sementara itu, salah satu peserta, Pondok Natal Howande di Kampung Nendali, Distrik Sentani Timur, dengan nomor registrasi 324, menjadi contoh nyata semangat kebersamaan warga.

Tokoh masyarakat Kampung Nendali, Daud Taime, mengatakan pembangunan pondok Natal tersebut melibatkan pemuda setempat dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah kampung.

“Sudah hampir lima tahun tidak ada pondok Natal di Kampung Nendali. Program ini memotivasi kami untuk kembali membangun kebersamaan, khususnya di kalangan pemuda,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi inisiatif Bupati dan Wakil Bupati Jayapura yang dinilai mampu mendorong kegiatan positif, memperkuat toleransi, serta memupuk persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Menurut Daud, kriteria lomba cukup menantang karena sebagian besar material pondok harus berasal dari alam dan dirakit tanpa paku, melainkan menggunakan tali.

Pembangunan Pondok Natal Howande menghabiskan anggaran sekitar Rp10 juta, belum termasuk tenaga kerja, mengingat lokasi pembangunan berada di wilayah perbukitan.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun karena memberikan dampak positif bagi pemuda dan masyarakat secara luas.

“Kegiatan ini bukan sekadar lomba, tetapi menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan, toleransi, dan kreativitas generasi muda di Kabupaten Jayapura,” pungkasnya.

GRAFIS  LOMBA PONDOK NATAL 2025 KABUPATEN JAYAPURA

Jumlah Peserta: 457 pondok Natal
Tema: Kasih yang Mempersatukan Perbedaan
Waktu Penilaian: 10–24 Desember 2025
Jumlah Juri: 20 orang (5 tim wilayah)

Total Hadiah: Rp365.000.000
Juara I: Rp100.000.000
Juara II: Rp70.000.000
Juara III: Rp50.000.000
Juara IV: Rp25.000.000
Juara Umum: Rp120.000.000

Pengumuman Pemenang: 31 Desember 2025.
(ARS)