Salah satu poin penting yang disampaikan Presiden Prabowo, lanjut Yunus Wonda, adalah kebijakan terkait Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua. Dana Otsus yang semula direncanakan turun dari Rp12 triliun menjadi Rp10 triliun pada tahun 2026, akhirnya diputuskan tetap pada angka Rp12 triliun.

“Dana Otsus yang sebelumnya akan dikurangi, kini dikembalikan lagi menjadi Rp12 triliun pada tahun 2026. Ini bentuk perhatian dan keberpihakan nyata Presiden kepada Papua,” jelasnya.

Selain Dana Otsus, Presiden juga menyampaikan besarnya dukungan anggaran pemerintah pusat untuk Tanah Papua. Total alokasi anggaran Papua pada tahun 2026 diperkirakan mendekati Rp70 triliun, yang disalurkan melalui berbagai program kementerian dan lembaga.

Salah satu program strategis yang menjadi perhatian serius adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan alokasi anggaran sekitar Rp21 triliun khusus untuk Tanah Papua.

Yunus Wonda menilai, program tersebut membuka peluang besar bagi kebangkitan ekonomi masyarakat lokal, terutama pada sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.

“Ini pasar besar. Semua sudah memiliki pasar. Tinggal bagaimana masyarakat mau bekerja dan memanfaatkannya,” tegasnya.