Kepala Negara menegaskan bahwa nilai-nilai Natal seperti kasih, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama sejalan dengan jati diri bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi kemanusiaan, persaudaraan serta persatuan nasional.
“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehormatan yang diberikan kepada saya untuk hadir di sini dan menyampaikan langsung ucapan Selamat Hari Raya Natal kepada saudara-saudaraku umat Kristiani se-bangsa dan setanah air di manapun engkau berada. Semoga damai Natal membawa kebaikan, berkah, kasih, pengharapan, dan kekuatan bagi kita sekalian,” ucap Presiden Prabowo.
Presiden juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, dan bergotong royong menghadapi berbagai tantangan nasional.
Perayaan dimulai dengan doa bagi bangsa yang dipimpin oleh Aras Gereja Nasional sebagai wujud ungkapan syukur sekaligus permohonan agar Indonesia senantiasa dianugerahi kedamaian, persatuan, serta kesejahteraan.
Suasana semakin khidmat dengan penampilan Teatrikal Natal oleh Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), yang menggambarkan kasih Tuhan sebagai kekuatan yang menyelamatkan dan menguatkan keluarga di tengah berbagai tantangan kehidupan.
Ketua Umum PGI juga menyampaikan Pesan Natal yang menekankan pentingnya persaudaraan, keadilan, serta kepedulian sosial. Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan Natal Nasional bukan hanya seremoni keagamaan, tetapi juga momentum untuk mempererat persaudaraan lintas iman dan memperkokoh semangat moderasi beragama.
“Perayaan Natal Nasional ini menjadi sangat istimewa karena dihadiri langsung Presiden Republik Indonesia. Hal ini menjadi tanda nyata perhatian dan komitmen negara terhadap kehidupan keberagamaan di Indonesia, untuk bersama umat beragama merawat kerukunan serta menempatkan nilai spiritual dan kemanusiaan sebagai fondasi kehidupan berbangsa,” ujar Nasaruddin.(**)
Sumber : BPMI Setpres

Tinggalkan Balasan