Presiden Prabowo juga memahami berbagai tantangan yang dihadapi atlet, khususnya pada cabang olahraga yang menggunakan sistem penilaian subjektif. Ia meminta para atlet tidak berkecil hati dan terus meningkatkan prestasi.

“Yang terpenting saudara-saudara sudah berjuang sekeras tenaga. Ke depan, tugas kita bersama adalah meningkatkan prestasi pada kesempatan berikutnya,” ujarnya.

Presiden menyampaikan apresiasi kepada ketua cabang olahraga dan seluruh pihak yang telah melakukan pembinaan atlet secara berkelanjutan.

Menurutnya, pembinaan yang konsisten menjadi kunci lahirnya prestasi nasional.

“Tanpa pembinaan yang baik, tidak mungkin ada prestasi. Negara menghargai putra-putrinya yang berjuang untuk kehormatan bangsa,” imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir dalam laporannya menyampaikan bahwa Kemenpora bersama Komite Olimpiade Indonesia (KOI) terus mempersiapkan atlet menghadapi agenda olahraga internasional mendatang.

Beberapa ajang yang akan diikuti Indonesia antara lain ASEAN Para Games pada 20–26 Januari 2026, Asian Games di Jepang pada September–4 Oktober 2026, Asian Para Games pada 18–24 Oktober 2026, serta Youth Olympics di Senegal pada 31 Oktober 2026.(**)

Sumber: BPMI Setpres