Direktur PDAM Kota Tomohon Adrian Ngenget SE Ak

TOMOHON, KLIKJO.ID– Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tomohon mencatatkan tonggak sejarah dengan membukukan laba sebesar Rp 1,5 miliar sepanjang Januari–Desember 2025. Capaian ini menjadi laba pertama yang diraih PDAM Tomohon sejak berdiri pada 2006.

Direktur PDAM Kota Tomohon, Adrian Ngenget SE Ak, membenarkan pencapaian tersebut. Ia mengatakan, keberhasilan ini merupakan hasil dari berbagai langkah strategis yang dijalankan secara konsisten, mulai dari efisiensi operasional, inovasi pelayanan, hingga pembenahan manajemen perusahaan.

“Benar, ini capaian bersejarah bagi PDAM Tomohon. Laba diperoleh melalui peningkatan efisiensi dan berbagai inovasi dalam pengelolaan perusahaan,” ujar Ngenget saat dikonfirmasi, belum lama ini.

Ia menjelaskan, sejak dirinya dipercaya memimpin PDAM Tomohon pada April 2022, jumlah sambungan rumah (SR) aktif tercatat sebanyak 5.800 sambungan dengan nilai Daftar Rekening Ditagih (DRD) sekitar Rp 500 juta.

Hingga Desember 2025, jumlah sambungan rumah aktif meningkat menjadi 6.628 sambungan. Pada periode yang sama, nilai DRD melonjak menjadi Rp 897,6 juta, dengan tingkat penagihan mencapai 87,5 persen.

Menurut Ngenget, peningkatan kinerja tersebut didorong oleh penambahan sambungan rumah baru serta peningkatan produksi air melalui program bantuan pemerintah pusat. Program ini memungkinkan pelanggan dengan status Aktif Tidak Terlayani (ATT) beralih menjadi Aktif Terlayani.

“Dengan tambahan produksi air, pelanggan yang sebelumnya belum terlayani kini sudah dapat menikmati layanan air bersih,” kata Ngenget, yang akrab disapa Boy.

Selain peningkatan layanan, PDAM Tomohon juga melakukan digitalisasi sistem pembayaran. Saat ini, pembayaran pelanggan telah terintegrasi melalui aplikasi mobile loket yang dilengkapi printer termal dan terhubung langsung dengan sistem kantor pusat.

“Pembayaran sudah terintegrasi secara digital, sehingga pelanggan tidak lagi menerima kwitansi manual,” ujarnya.

Dari sisi efisiensi, PDAM Tomohon juga berhasil menekan biaya operasional listrik. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengganti pompa lama dengan pompa hemat energi serta mengubah pola jam operasional mesin.

“Biaya listrik yang sebelumnya mencapai sekitar Rp 140 juta per bulan, kini bisa ditekan menjadi Rp 80 juta per bulan,” ungkap Ngenget.

Lebih lanjut ia menegaskan, PDAM Tomohon akan terus berupaya meningkatkan kualitas distribusi air bersih kepada masyarakat. Ia juga mengapresiasi kinerja seluruh karyawan atas kontribusi dalam pencapaian laba perdana tersebut.

“Capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran PDAM, baik yang bertugas di kantor maupun di lapangan,” katanya.

Sementara dari sisi sumber daya manusia, PDAM Tomohon saat ini memiliki 88 pegawai dengan total beban gaji sekitar Rp 300 juta per bulan. Menurut Ngenget, jumlah tersebut masih ideal untuk melayani 6.628 pelanggan aktif.

Untuk menjaga kinerja penagihan, manajemen PDAM juga menerapkan program pemberian reward bagi petugas penagih yang mampu mencapai target, baik untuk tagihan bulan berjalan maupun tunggakan.

“Program reward ini sudah kami berlakukan sejak 2024,” pungkasnya.(REQ)