Model pembelajaran ini dirancang menyerupai sistem kerja di dunia industri, namun dilaksanakan langsung di lingkungan sekolah.
“Melalui teaching factory, siswa dilatih sesuai kebutuhan industri. Untuk kompetensi seperti teknik logistik dan penerbangan, model pembelajaran ini menjadi sangat penting,” katanya.
Selain itu, pihak sekolah juga aktif membangun kolaborasi dengan dunia industri, khususnya sektor penerbangan, baik di Kabupaten Jayapura maupun di luar daerah.
Salah satu bentuk kerja sama tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan PT Dirgantara Indonesia di Bandung pada akhir Desember 2025 lalu.
“Kerja sama ini bertujuan meningkatkan kompetensi siswa dan guru, sehingga lulusan SMK Negeri 5 Penerbangan Sentani benar-benar siap bersaing di dunia kerja,” pungkasnya. (ARS)

Tinggalkan Balasan