Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kota Tomohon tidak sekadar seremoni tahunan. Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Tomohon yang digelar dalam suasana khidmat pada Rabu (27/01/2026) menjadi ruang refleksi atas perjalanan daerah hasil pemekaran Kabupaten Minahasa itu, sekaligus penegasan arah pembangunan ke depan.

Paripurna dipimpin Ketua DPRD Ferdinand Mono Turang SSos, didampingi Wakil Ketua Donald Pondaag dan Jeffry Polii SIK, serta dihadiri Wali Kota Caroll JA Senduk SH, Wakil Wali Kota Sendy GA Rumajar SE MIKom, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Edwin Roring, jajaran pemerintah kota, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga para tokoh pembentukan Kota Tomohon.

Dari luar daerah, turut hadir Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) yang diwakilkan, kepala dan wakil kepala daerah se-Sulut, pimpinan DPRD provinsi dan kabupaten/kota, Forkopimda se-Sulut, serta tamu undangan lainnya.

Tahun ini, HUT ke-23 mengusung tema “Kota Tomohon Bertransformasi, Berwawasan Lingkungan dan Berdaya Saing.” Tema tersebut merefleksikan tekad untuk terus beradaptasi dan berbenah di tengah dinamika pembangunan, tanpa meninggalkan prinsip keberlanjutan dan daya saing.

Dalam sambutannya, Wali Kota Caroll Senduk menempatkan hari jadi sebagai momentum evaluasi. Ia menegaskan bahwa capaian yang diraih selama ini merupakan hasil kolaborasi pelbagai pihak—pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, pemerintah provinsi, instansi vertikal, hingga masyarakat.

“Berbagai keberhasilan dan penghargaan yang diraih merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen,” ujar Caroll.

Namun, di balik deretan capaian, ia juga mengakui masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Tantangan pembangunan, pelayanan publik, serta penguatan daya saing daerah menjadi agenda yang tak bisa diabaikan.

Ketua DPRD Ferdinand Mono Turang dalam pandangannya menyoroti potensi strategis Tomohon, khususnya di sektor pariwisata dan pertanian. Ia mengapresiasi kepemimpinan wali kota dan wakil wali kota atas berbagai penghargaan yang diraih, sembari mengingatkan pentingnya menjaga kesinambungan pembangunan.

Apresiasi juga datang dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Melalui Asisten Administrasi Umum Setprov Sulut, Fransiscus Manumpil, Gubernur menyampaikan penghargaan atas capaian Tomohon sepanjang 2025. Di antaranya keberhasilan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 12 kali berturut-turut, prestasi transformasi digital, peringkat kedua TP2DD Award Wilayah Sulawesi, serta suksesnya penyelenggaraan Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2025 yang mendapat pengakuan nasional dan internasional.

“Kepemimpinan sejati diukur dari tindakan nyata dan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” kata Manumpil membacakan sambutan gubernur.

Rangkaian paripurna juga diisi doa lintas agama sebagai simbol kerukunan dan toleransi yang selama ini menjadi kekuatan sosial Tomohon.

Pada akhirnya, peringatan HUT ke-23 bukan hanya soal perayaan usia. Ia menjadi pengingat bahwa transformasi daerah menuntut konsistensi, inovasi, dan kerja kolektif. Di tengah apresiasi atas capaian, tantangan tetap menanti dan di situlah komitmen diuji.(REQ/ADV)