Talkshow tersebut akan menghadirkan narasumber dari Greenpeace, akademisi Universitas Trisakti, serta Bupati Minahasa Utara Joune J.E. Ganda. Selain itu, akan digelar konferensi yang membahas dampak industri nikel terhadap Pulau Kabaena dan ruang hidup Suku Bajau, serta sejumlah workshop hingga sore hari.

“Dalam salah satu sesi konferensi, Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Prof. Dr. Ir. Berty Sompie juga dijadwalkan hadir sebagai penanggap,” kata Themmy.

Sementara itu, Ketua SIEJ Daerah Sulut Findamorina Muhtar menyatakan kesiapan pihaknya menyambut para jurnalis anggota SIEJ dari berbagai daerah di Indonesia. Ia berharap GPC 2026 dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kepedulian isu lingkungan di Sulut, khususnya Minut.

“Kami juga berharap kegiatan ini dapat mengangkat potensi daerah, seperti ekowisata dan budaya Minahasa Utara, yang pada akhirnya berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Selain GPC, SIEJ juga akan menggelar Rapat Umum Anggota (RUA) pada 8–9 Februari 2026. RUA tersebut merupakan forum tertinggi pengambilan keputusan organisasi yang akan dihadiri Koordinator Simpul dan Ketua SIEJ Daerah dari 28 provinsi di Indonesia, dengan agenda utama pemilihan Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal SIEJ periode 2026–2029.

Rapat persiapan tersebut turut dihadiri secara daring oleh Ketua Dewan Pengawas SIEJ Andi Fachrizal, anggota Jackson Simanjuntak, Sekjen SIEJ Fira Abdurahman, serta jajaran Pengurus Nasional SIEJ.(PRI/**)