Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Papua, Anton Yoas Imbenai, menegaskan pentingnya menjaga ketersediaan bahan baku agar pasar, terutama ekspor, tetap stabil.

Ia juga mengingatkan ancaman berkurangnya lahan sagu akibat alih fungsi menjadi permukiman atau bangunan.

“Kalau dusun sagu berubah jadi bangunan dan tidak kita pikirkan bersama masyarakat, lama-lama stok akan berkurang,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPKAD Papua, Rusdianto Abu, menilai sinergi lintas OPD sebagai langkah strategis. Ia meminta seluruh program dipetakan komprehensif agar penganggaran dapat dilakukan profesional dan proporsional.

Rusdianto berharap kolaborasi ini sejalan dengan kepemimpinan Gubernur Matius Fakhiri bersama Wakil Gubernur Aryoko A.F. Rumaropen, sehingga pengembangan sagu mampu menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Jika data kuat dan penyebaran sagu berjalan baik di seluruh Papua, komoditas ini bisa menjadi tiket penurunan kemiskinan,” pungkasnya. (ARS)