Sementara itu, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Papua, Aser Rouw, menyatakan dukungan penuh terhadap target tersebut.

Sebagai unit pelaksana teknis Kementerian Pertanian, pihaknya siap memfasilitasi tahapan verifikasi lahan hingga penyusunan dokumen teknis.

“Langkah awal adalah verifikasi lahan bersama Direktorat Pemetaan Lahan Pertanian, dilanjutkan survei, investigasi, dan desain agar perencanaan matang,” katanya.

Menurut Aser, kemampuan produksi beras Papua saat ini baru sekitar 10 persen dari kebutuhan daerah, sehingga masih bergantung pada pasokan luar.

Jika target 30.000 hektare terealisasi dan petani dapat menanam dua kali setahun, Papua berpotensi mencapai swasembada bahkan surplus beras.

Namun, ia mengingatkan sejumlah tantangan teknis, terutama keterbatasan alat berat.