Untuk menyelesaikan target tersebut dalam enam bulan, dibutuhkan sekitar 200–300 unit ekskavator.

“Program ini bukan multiyears, melainkan year by year. Artinya, setiap tahun target harus tercapai,” tegasnya.

Aser juga mengapresiasi rencana pemerintah provinsi yang akan melibatkan badan usaha milik daerah (BUMD) dalam pengendalian proyek cetak sawah.

Jika berhasil, skema ini dinilai dapat menjadi model nasional pengembangan sawah berbasis daerah.

Ia menambahkan gubernur sudah instruksikan jajaran bekerja maksimal, agar target kemandirian pangan tercapai bertahap dan berkelanjutan. (ARS)