Kapolres menyebut kondisi fisik korban rusak berat sehingga identitas dan statusnya belum dapat dipastikan di lapangan.
“Kami menemukan dua jenazah dalam kondisi gosong. Proses pengangkatan dilakukan langsung bersama anggota,” ujarnya.
Saat ini, kedua jenazah telah dibawa ke RSUD Nabire untuk proses identifikasi lanjutan.
Tim medis akan melakukan pemeriksaan forensik serta uji DNA guna memastikan identitas korban secara akurat.
Untuk mencegah eskalasi konflik, sekitar 150 personel gabungan disiagakan di titik rawan mulai dari area camp hingga wilayah Kilometer 50 ke atas.
Kepolisian menegaskan prioritas utama adalah menjamin keselamatan masyarakat di sekitar lokasi serta mengimbau warga tetap tenang dan tidak terprovokasi informasi yang belum jelas sumbernya. (YM)

Tinggalkan Balasan