Sejumlah wilayah telah ditetapkan sebagai lokasi strategis pengembangan pertanian skala besar, di antaranya Kabupaten Jayapura, Kabupaten Sarmi, dan Kabupaten Keerom.

“Keerom ini sangat pas untuk  cetak sawah, nanti akan dibangun irigasi, jalan produksi, dan fasilitas pendukung produksi beras,” ujar Fakhiri.

Menurut Gubernur target  pengembangan sawah di Papua 30 ribu sampai  50 ribu Ha apabila mendapat dukungan dan kebijakan khusus dari pemerintah pusat.

“Jika target 30 ribu hektare tercapai, Papua sudah berada pada posisi surplus. Dengan dukungan pusat, angka itu bisa ditingkatkan menjadi 50 ribu hektare,” katanya.

Gubernur menjelaskan penggunaan varietas padi berumur sekitar empat bulan memungkinkan panen hingga tiga kali setahun.

Kondisi ini diyakini mampu memenuhi kebutuhan beras masyarakat Papua sekaligus membuka peluang distribusi ke daerah lain.