Alokasi Dana Keagamaan dan Pendidikan

Pada 2026, dari total Rp5,75 miliar dana hibah, sebesar Rp3.250.000.000 dialokasikan untuk bidang keagamaan.

Sementara itu, Rp2.500.000.000 disalurkan kepada lembaga pendidikan perintis sebagai investasi jangka panjang mencetak generasi muda yang cerdas dan berdaya saing (Selanjutnya lihat grafis_red)

Secara khusus, Pemprov Papua kembali memberikan dukungan pembangunan Kantor Klasis GKI Port Numbay sebesar Rp2 miliar.

Sebelumnya, bantuan Rp4 miliar telah diterima sejak 2024, sehingga total dukungan mencapai Rp6 miliar.

Menurut Gubernur, seluruh dana hibah yang disalurkan merupakan amanah rakyat.

Oleh sebab itu, pengelolaannya harus dilakukan secara transparan, akuntabel, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kepercayaan tersebut diberikan kepada para penerima hibah sebagai mitra pembangunan yang berintegritas.

“Melalui dukungan ini, pelayanan keagamaan dan pendidikan diharapkan semakin optimal serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Papua,” katanya.

Dengan dukungan tersebut, fondasi pembangunan karakter dan pendidikan di Papua diharapkan semakin kuat.

Karena itu, Pemprov Papua mengajak seluruh pihak menjaga komitmen, integritas, dan semangat kebersamaan demi terwujudnya Papua yang maju dan berdaya saing.

Papua Cerah pun diyakini bukan sekadar cita-cita, melainkan masa depan yang terus diperjuangkan bersama.

Grafis Rincian Penerima Hibah 2026

– Pembangunan Kantor Klasis Gereja Kristen Injili Port Numbay, Kota Jayapura – Rp2.000.000.000.
– Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia – Rp500.000.000.
– Haji Papua – Rp500.000.000
– GPDI Alfa Omega Hamadi – Rp250.000.000
– Lembaga Pendidikan Keagamaan Advent – Rp500.000.000
– Lembaga Pendidikan Keagamaan Yapis Papua – Rp500.000.000
– Lembaga Pendidikan Keagamaan YPK – Rp500.000.000
– Lembaga Pendidikan Keagamaan YPPK – Rp500.000.000
– Lembaga Pendidikan Keagamaan YPPGI – Rp500.000.000

(ARS)