Foto: Gubernur Papua Matius D. Fakhiri saat membuka Musrenbang RPJMD Provinsi Papua 2025–2029 di Jayapura, Kamis (5/3/2026).(Ist)

JAYAPURA, Klikjo.id –Gubernur Papua Matius D. Fakhiri membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Papua 2025–2029 di Jayapura, Kamis (5/3/2026) sore.

Gubernur Fakhiri menegaskan arah pembangunan Papua lima tahun ke depan harus inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Menurutnya, Musrenbang menjadi forum strategis untuk merumuskan kebijakan pembangunan daerah yang mampu menjawab berbagai tantangan sekaligus membuka peluang baru bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan Papua harus menjawab tantangan yang ada sekaligus membuka peluang baru bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Fakhiri.

Fakhiri kembali menekankan bahwa transformasi pembangunan di Papua harus mengedepankan prinsip keadilan dan pemerataan.

Selain itu, pembangunan juga harus memperkuat daya saing daerah tanpa meninggalkan nilai harmoni sosial yang menjadi karakter masyarakat Papua.

Pemerintah Provinsi Papua juga, berkomitmen mendorong terwujudnya Papua yang Cerdas, Sejahtera, dan Harmonis sesuai visi pembangunan daerah.

Karena itu, seluruh pemangku kepentingan harus berkolaborasi dalam proses perencanaan pembangunan.

“Semua pihak harus aktif dalam menyusun program pembangunan, terutama program yang dijanjikan kepada masyarakat Papua,” katanya.

Fakhiri juga menegaskan bahwa dokumen RPJMD 2025–2029 harus menjadi pedoman utama pembangunan daerah, bukan sekadar dokumen administratif.

“Dokumen RPJMD bukan hanya administrasi. Ini adalah instrumen utama yang mengarahkan pembangunan lima tahun ke depan demi kesejahteraan masyarakat Papua,” tegasnya.

Melalui forum Musrenbang, pemerintah provinsi juga membuka ruang masukan dari berbagai pihak agar perencanaan pembangunan lebih tepat sasaran.

Menurutnya lagi, program harus memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat di seluruh wilayah Papua.

Di akhir sambutannya, Fakhiri berharap Musrenbang mampu menyelaraskan rencana pembangunan daerah dengan kebijakan pembangunan nasional.

Dengan sinkronisasi tersebut, percepatan pembangunan di Papua diharapkan dapat berjalan terpadu, efektif, dan berkelanjutan.

“Kita ingin pembangunan Papua berjalan selaras dengan arah pembangunan nasional,” pungkasnya. (ARS)