Foto: Sejumlah aktivis pemuda dan perempuan Kabupaten Jayapura jumpa pers terkait isu pergantian Ketua DPRK, di Sentani.(ARS)
SENTANI, Klikjo.id –Sejumlah aktivis pemuda dan perempuan di Kabupaten Jayapura meminta Ruddy Bukanaung tetap sebagai Ketua DPRK Jayapura.
Ini sesuai penegasan aktivis sejumlah aktivis saat jumpa di salah satu kafe di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, pasa Jumat (13/3/2026).
Pada kesempatan itu, ara aktivis secara tegas menolak wacana pergantian Ruddy Bukanaung sebagai Ketua DPRK Jayapura.
Dinilai Responsif Menyerap Aspirasi
Aktivis pemuda Kabupaten Jayapura, Adolof Sanuel, menilai, selama l memimpin DPRK Jayapura, Ruddy Bukanaung mampu menjalankan tugas dan kewenangannya dengan baik.
Menurutnya, kepemimpinan Bukanaung, sesuai aturan dan fungsi DPRK, selain itu mampu menjaga keharmonisan dengan pemerintah daerah.
Selain itu kepemimpinan Ruddy Bukanaung cukup responsif terhadap berbagai aspirasi masyarakat.
“Model kepemimpinan seperti ini sangat baik untuk masyarakat, apalagi pemerintah daerah sedang menjalankan program pembangunan,” ujarnya.
Namun demikian, ia mengingatkan pergantian pimpinan DPRK di tengah proses pembangunan berpotensi mengganggu stabilitas hubungan kerja antara legislatif dan eksekutif.
“Harapan kami polemik pergantian pimpinan DPRK tidak terus berlarut,” ujarnya.
Usulan Pergantian Dinilai Tak Berdasar
Sementara itu, aktivis perempuan Doliana Yakadewa menilai surat usulan pergantian dari Kelompok Khusus (Poksus) kepada DPW Partai NasDem Papua tak mendasar.
Apalagi, anggota dewan sudah melalui proses demokrasi atau pemilihan umum yang memiliki legitimasi langsung dari rakyat sebagai konstituen.
Sebaliknya, jalur pengangkatan hanya melalui mekanisme rekomendasi.
Dia juga menyinggung dua periode sebelumnya kursi pimpinan DPRK Jayapura memang Orang Asli Papua (OAP).
Namun saat ini penentuan pimpinan DPRK sudah melalui keputusan partai politik.
“Selama ini juga belum ada regulasi, khusus mengatur isu tersebut,” katanya.
Oleh sebab itu, secara tegas menolak usulan pergantian Ketua DPRK Jayapura mellalui usulan ke DPW Partai NasDem Papua.
“Masyarakat menunggu realisasi aspirasi untuk pembangunan, bukan waktu untuk ganti-ganti orang,” tegasnya.
Di tempat yang sama, aktivis perempuan Sophia Melisa Sorontouw mengapresiasi pernyataan Ketua DPW Partai NasDem Papua.
Dimana, sebelumnya menyebut belum ada keputusan resmi terkait pergantian Ketua DPRK Jayapura.
Meski demikian, ia berharap partai dapat menyikapi polemik tersebut secara bijaksana dan sesuai mekanisme organisasi.
Selain itu, dua aktivis lainnya, Hanny Felle dan Mesak Dike, juga menyayangkan munculnya polemik pergantian pimpinan DPRK Jayapura.
Menurut Hanny selang setahun Ruddy Bukanaung cukup aktif menampung aspirasi masyarakat.
Sementara itu, Mesak menegaskan bahwa proses seseorang menjadi anggota DPRK harus melalui pemilihan umum.
Karena itu, tidak ada alasan kuat untuk melakukan pergantian pimpinan saat ini.
“Selama satu tahun kepemimpinan saudara Ruddy Bukanaung berjalan baik, dengan harapan terus memimpin hingga masa jabatann berakhir,” ujar Mesak.(ARS)

Tinggalkan Balasan